Krisis Chip, Toyota Pangkas Produksi Ratusan Ribu Unit

redaksiutama.com – Toyota Motor Corp berencana memproduksi hanya sekitar 800.000 kendaraan di seluruh dunia pada bulan Oktober. Angka ini lebih kecil 100.000 dibanding rencana produksi bulanan rata-rata, karena kekurangan chip semikonduktor.

Padahal, produsen mobil Jepang itu mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya berencana memproduksi rata-rata sekitar 900.000 kendaraan per bulan dari September hingga November.

Pengurangan tersebut dapat dilihat sebagai tanda yang mengkhawatirkan bahwa kekurangan chip akan terus menghambat produksi. Padahal, catatan penjualan tahunan paruh kedua produsen mobil terbesar di dunia itu berakhir di Maret.

Dilansir Reuters, momen tersebut dipandang sebagai periode penting bagi Toyota untuk bangkit kembali dari kekurangan produksi yang disebabkan oleh kekurangan komponen kendaraan utama dan gangguan rantai pasokan yang lebih luas.

Perusahaan berharap untuk memproduksi sekitar 850.000 kendaraan per bulan rata-rata dari Oktober sampai Desember, katanya pada hari Kamis.

Menurut rencana produksi Oktober, Toyota akan menangguhkan produksi hingga 12 hari untuk 10 lini di tujuh pabrik domestik.

Toyota memproduksi 627.452 kendaraan di seluruh dunia Oktober lalu ketika pandemi COVID-19 mengganggu pasokan suku cadang di Asia Tenggara.

Dampak produksi global ini nyatanya juga berpengaruh terhadap produksi Toyota di Indonesia. Akibatnya berdampak pada lamanya inden atau waktu pengiriman unit mobil baru ke konsumen.

“Iya masih ada impact,” kata Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy kepada CNBC Indonesia, Jumat (9/9/22).

error: Content is protected !!
Exit mobile version