Mengenal OCD, Gangguan Kesehatan Mental yang Dialami Aliando Syarief

JAKARTA, celebrities.id – Obsessive Compulsive Disorder (OCD) kini ramai diperbincangkan usai salah satu artis Tanah Air yakni Aliando Syarief secara terang-terangan mengidapnya. 

OCD merupakan salah satu penyakit mental di mana pengidapnya mempunyai dorongan yang tidak bisa dikontrol dan akan terus berulang, serta munculnya perilaku kompulsif. Contohnya seperti yang dialami oleh Aliando Syarief baru-baru ini, dimana dia membeberkan bahwa dirinya dipaksa untuk kerja.
 
OCD adalah penyakit yang umum diderita oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Saat ini, belum ada yang menjadi penyebab pasti dari penyakit OCD ini.
 
Melansir dari Mayoclinic pada Selasa (30/8/2022), berikut celebrities.id rangkum gejala dan pengobatan OCD.

Penyakit OCD pada umumnya mencakup obsesi dan kompulsi, namun pengidap bisa jadi tidak menyadari bahwa obsesi dan perilaku kompulsi mereka berlebihan atau tidak masuk akal.
 
Gejala obsesi berpusat pada pikiran pengidap yang berupa desakan atau gambaran yang terus berulang dan tidak diinginkan. Pengidap mungkin akan mencoba mengabaikannya dengan melakukan tindakan kompulsif. Contoh gejala obsesi pada pengidap OCD seperti berikut:
 
– Takut terkontaminasi sesuatu saat menyentuh benda yang sudah dipegang orang lain
– Keraguan bahwa pintu telah dikunci
– Stres ketika melihat objek yang tidak teratur
– Takut dengan kompor menyala 
 
Sedangkan gejala kompulsif OCD akan membuat pengidap melakukan perilaku yang berulang dan terdorong untuk terus melakukannya. Perilaku ini dilakukan untuk mengurangi kecemasan dan mencegah hal buruk terjadi terkait obsesi yang pengidap pikirkan. Contoh dari tindakan kompulsif yaitu:
 
– Mencuci tangan berlebihan sampai kulit mengkerut
– Memeriksa pintu berulang kali untuk memastikan terkunci
– Memeriksa kompor berulang kali untuk memastikannya telah mati
– Mengatur barang agar menghadap arah yang sama berulang kali

 

Pengobatan

Pengobatan pengidap OCD tidak dapat menyembuhkan secara langsung, namun akan membantu mengendalikan gejala dan perilaku yang diderita. Hal itu kembali lagi kepada seberapa parah OCD pengidap, dan mungkin akan memerlukan perawatan jangka panjang. 
 
Dua metode yang yang umum digunakan dalam mengobati pengidap OCD adalah dengan psikoterapi dan obat-obatan, atau kombinasi keduanya. Namun untuk obat-obatan, sangat dianjurkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu.
 
Psikoterapi yang efektif digunakan pada pengidap OCD adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT). dan Exposure and Response Prevention (ERP) adalah komponen dari CBT yang secara bertahap memaparkan kepada pengidap tentang objek atau obsesi yang ditakuti, dan memintanya untuk menahan tindakan kompulsif.
 
ERP membutuhkan niat yang kuat dan usaha yang keras. Namun secara perlahan pengidap akan bisa mengurangi tingkat kecemasan dan tindakan kompulsif.
 
Itulah gejala dan pengobatan OCD. Temukan informasi menarik lainnya hanya di celebrities.id.

Editor : Tia Ayunita

Berita Terkait


Artikel ini bersumber dari www.celebrities.id.

error: Content is protected !!
Exit mobile version