T-Mobile Gandeng SpaceX Tingkatkan Konektivitas

Merdeka.com – Chief Engineer SpaceX, Elon Musk dan CEO T-Mobile, Mike Sievert mengumumkan proyek kerjasama mereka untuk meningkatkan konektivitas. Dilansir dari The Verge dan CNN pada Jumat (26/8), SpaceX dan T-Mobile ingin mengirimkan layanan seluler ke beberapa daerah paling terpencil di negara yang secara tradisional belum tersentuh oleh konektivitas nirkabel untuk meniadakan ‘zona mati selular’.

Dengan pengaturan ‘Coverage Above and Beyond’, Musk dan Sievert mengatakan bahwa ponsel dapat terhubung ke satelit dan menggunakan sepotong koneksi yang menyediakan sekitar 2 hingga 4 Megabit per detik koneksi di area cakupan tertentu.

Menurut siaran pers dari T-Mobile, “satellite-to-cellular service” akan tersedia di benua AS, Hawaii, sebagian Alaska, Puerto Rico, dan perairan teritorial. Layanan ini dijadwalkan untuk diluncurkan dalam versi beta pada akhir tahun depan.

Menurut Musk, satelit Starlink generasi kedua yang diluncurkan tahun depan akan dapat menyiarkan layanan menggunakan bagian dari spektrum PCS mid-band T-Mobile, yang didukung ketika diizinkan untuk membeli Sprint beberapa tahun yang lalu.

Musk mengatakan satelit baru memiliki antena besar dengan lebar 5 hingga 6 meter untuk memungkinkan koneksi baru dan berencana meluncurkan peralatan menggunakan roket Starship.

“T-Mobile “terbuka” untuk kemungkinan menggunakan SpaceX untuk backhaul jaringannya di masa depan, terutama di daerah pedesaan,” kata Sievart.

T-Mobile juga menawarkan roaming timbal balik ke operator seluler di negara lain juga, dengan harapan jangkauan global Starlink akan memungkinkan orang menggunakan ponsel mereka untuk mengirim pesan di seluruh planet.

“Ini adalah undangan terbuka untuk operator di seluruh dunia, silakan hubungi kami,” kata CEO SpaceX Elon Musk saat mengumumkan rencana tersebut.

Sievert mengatakan bahwa ketika diluncurkan, visi T-Mobile adalah membuatnya tersedia dalam biaya layanan bulanan yang lebih rendah dari layanan konektivitas satelit saat ini. Namun, T-Mobile menggunakan spektrum sel tradisional yang tidak memerlukan peralatan khusus, sedangkan mereka tidak memiliki hak atas spektrum itu di seluruh dunia.

The Verge juga menuliskan, sementara satelit SpaceX secara teknis dapat berkomunikasi dengan telepon internasional, T-Mobile mungkin tidak memiliki hak atas pita yang sama yang digunakan sistemnya jika pengguna membawa teleponnya ke negara lain atau ke perairan internasional.

Reporter: Dinda Khansa Berlian

[faz]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.

error: Content is protected !!
Exit mobile version