Didepan Direktur IMF, Sandiaga: Ekonomi RI Tangguh karena UMKM

Sandiaga Uno bersama bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva di Sarinah, Jakarta pada Ahad 17 Juli 2022. Sumber: istimewa

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengunjungi Sarinah, Jakarta bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva. Selama berkeliling, Sandiaga mendiskusikan kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada perekonomian Indonesia. 

“Kami memperlihatkan bahwa situasi ekonomi Indonesia sekarang sangat tangguh diakibatkan oleh peran UMKM terutama di beberapa subsektor ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga dalam keterangannya Minggu, 17 Juli 2022. 

Sandiaga mengaku telah menyampaikan pada Georgieva bahwa bahwa 97 persen lapangan pekerjaan di Indonesia diciptakan oleh UMKM. Ia menyebutkan 62 persen ekonomi Indonesia dikontribusikan oleh UMKM dan total investasi 61 persen. Hal itu menurutnya yang mengakibatkan posisi perekonomian Indonesia hingga kini masih dalam situasi yang cukup tangguh, yaitu dengan inflasi sekitar sedikit di atas 4 persen dan pertumbuhan di atas 5 persen. 

Ia mengatakan Georgieva mengapresiasi kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia. Berbeda dari 25 tahun yang lalu, kata Sandiaga, di mana IMF hadir dengan serangkaian kebijakan yang harus Indonesia ikuti. “Sekarang mereka justru mendapatkan masukan, pelajaran, penanganan keadaan ekonomi kita. Walaupun baik, tapi kita masih tetap harus waspada. Kita dipuji tapi tidak boleh lengah,” ucapnya. 

Menurutnya, pemerintahan sekarang di bawah Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjukkan kemajuan yang signifikan walaupun masih memiliki banyak tugas. Salah satu yang digarisbawahi, kata Sandiaga, adalah meningkatkannya harga-harga barang pokok dan resikonya. Ia berujar tugas Indonesia adalah memastikan ketahanan pangan, serta ketangguhan dan kedaulatan energi. Sehingga, kata dia, negeri yang subur ini bisa memastikan pasokan bahan pangan untuk masyarakat Indonesia dengan harga yang terjangkau. 

Dalam situasi yang buruk di Rusia dan Ukraina saat ini, menurut Sandiaga bisa Indonesia sikapi dengan kebijakan yang tepat. Khususnya, bagaimana pemerintah harus berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sandiaga berujar, pekerjaan selanjutnya adalah mengejar target 2024 untuk penciptaan 4,4 juta lapangan pekerjaan baru. Ini harus kita realisasikan dengan kerja kompak. 

“Pengalaman saya, penciptaan lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif mencapai 1,1 juta bersama dengan pariwisata tahun ini, sehingga bisa menjadi sebuah bantalan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat demi kesejahteraan yang lebih meningkat,” katanya. 

Ia menuturkan Direktur Pelaksana IMF pun memuji kepemimpinan Indonesia dalam mengajak semua pihak dalam acara G20 secara global untuk duduk bersama mencari solusi. Karena dengan polarisasi dan pragmatisme yang terjadi di dunia saat ini, kata dia, tidak mendukung adanya langkah bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang kita dihadapi. 

“Kami yakin dengan pengalaman dunia usaha serta kepemimpinan di pemerintahan kita mampu waspada dan terhindar dari tantangan ekonomi ke depan,” kata dia. 

Sumber: Tempo.co


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.

error: Content is protected !!
Exit mobile version