Jakarta: Peristiwa telepon seluler (ponsel) meledak saat sedang mengisi daya kembali terjadi. Seorang anak berusia enam tahun di Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggal dunia akibat kejadian nahas tersebut. Sementara, ibu korban masih menjalani perawatan akibat luka bakar 50 persen di tubuhnya. 
 
Diketahui kala itu sang anak sedang mengisi daya ponsel yang diletakkan di atas perutnya. Tiba-tiba ponsel meledak dan api menyambar tubuhnya. Sang ibu yang berusaha menolong korban juga ikut terbakar.

Panasnya setara baja dilelehkan

Pengamat keamanan siber, Alfons Tanujaya, mengatakan baterai ponsel yang terbuat dari bahan lithium-ion sangat berbahaya jika meledak. Ia mengatakan panas api bisa setara panas baja yang dilelehkan. 
 
“Apinya tidak bisa dipadamkan dengan air atau alat pemadam kebakaran biasa. Itu (menyebabkan) api kimia sehingga sangat panas, bisa mendekati 500-600 derajat celcius,” kata Alfons dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Kamis, 25 Agustus 2022.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: BlackBerry Resmi Berhenti Beroperasi
 
Alfons memberi beberapa tips agar ponsel aman saat mengisi daya. Berikut tips agar ponsel tak meledak:

1. Jangan menggunakan ponsel saat sedang diisi daya 

Menurut Alfons, menggunakan ponsel saat mengisi daya dapat menyebabkan ponsel menjadi dua kali lebih panas. “Kalau (misalnya) kita pakai main game itu artinya ditarik dayanya dari baterai, jadi panas. Dan saat kita charging, isi dayanya, (ponsel) jadi panas juga,” ucap dia. 

2. Jangan letakkan ponsel pada benda yang mudah terbakar

Selanjutnya, saat mengisi daya, jangan meletakkan ponsel pada benda yang mudah terbakar. 

3. Dimatikan saat sedang diisi

Supaya lebih aman, ponsel lebih baik dimatikan terlebih dahulu. 
 
“Jangan ditaruh di kasur. Di atas kasur sangat mudah terbakar. Kalau bisa taruh di lantai, matikan dulu ponselnya supaya lebih aman,” kata Alfons. 

4. Pakai kabel berkualitas

Pastikan menggunakan kabel pengisi daya yang berkualitas. Disarankan menggunakan kabel pengisi daya bawaan pabrik.  
 
“Pastikan juga kita menggunakan kabel pengisi daya yang berkualitas. Karena kalau tidak, mudah meledak. Kalau tidak standar, kabel (mudah) terkelupas, bisa menyetrum,” terang Alfons. 

5. Hentikan pengisian saat sudah panas

Segera hentikan pengisian daya jika ponsel sudah panas. Alfons mengatakan idealnya pengisian daya dilakukan sampai persentase baterai 85-90 persen. 
 
Ia juga mengingatkan untuk tidak menunggu baterai ponsel terlalu rendah untuk melakukan pengisian daya. 
 
“Kalau misalnya baterai kurang dari 30 persen jangan dipakai karena menurunkan umur baterai dan membuat baterai jadi panas. Kalau (persentase baterai) sudah 85 sampai 90 (persen) itu juga sudah lebih dari cukup, di atas itu 90 (persen), (itu) memperpendek umur (baterai),” ucap Alfons. (Vania Augustine Dilia)
 

(UWA)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.