Merdeka.com – Pakistan menolak hasil penyelidikan India terkait penembakan rudal yang tidak sengaja dilakukan anggotanya. India memecat tiga anggota Angkata Udara setelah ditemukan mereka tidak sengaja menembakkan rudal ke Pakistan pada 9 Maret lalu dan menutup kasus ini.

Pakistan meminta dilakukan penyelidikan bersama. Hal ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Rabu (24/8).

Rudal BrahMos, rudal jelajah serangan darat dikembangkan bersama-sama oleh India dan Rusia, yang ditembakkan ke Pakistan. Pakistan lalu meminta jawaban dari New Delhi terkait mekanisme keselamatan yang diberlakukan untuk mencegah peluncuran yang tak disengaja.

“Pakistan pastinya menolak penutupan (penyelidikan) India atas insiden yang sangat tidak bertanggung jawab ini dan menegaskan kembali permintaannya untuk penyelidikan bersama,” jelas Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataannya, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (25/8).

Pakistan menambahkan, langkah yang diambil India ini sangat tidak memuaskan.

“India tidak hanya gagal merespons permintaan Pakistan untuk penyelidikan bersama tapi juga menghindari pertanyaan yang diajukan Pakistan terkair sistem komando dan kontrol yang berlaku di India, protokol keselamatan dan keamaanan dan alasan terlambatnya India mengakui peluncuran rudal tersebut,” lanjutnya.

Saat penembakan rudal terjadi, India awalnya menyebut karena gangguan teknis selama proses pemeliharaan rutin.

“Penyelidikan pengadilan yang dibentuk untuk menetapkan fakta-fakta kasus, termasuk menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, menemukan bahwa penyimpangan dari standar operasional prosedur (SOP) oleh tiga anggota menyebabkan penembakan rudal yang tidak disengaja,” jelas Angkatan Udara India dalam pernyataannya pada Selasa (23/8).

Pejabat Pakistan menyampaikan rudal ditembakkan India itu tanpa senjata dan jatuh di dekat kota Mian Channu, sekitar 500 kilometer dari ibu kota, Islamabad.

Menurut Asosiasi Pengendalian Senjata yang berbasis di Amerika Serikat (AS), jangkauan rudal tersebut antara 300 kilometer dan 500 kilometer, membuatnya mampu mencapai Islamabad jika diluncurkan dari wilayah India utara.

Setelah insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Pakistan memanggil pejabat urusan luar negeri India di Islamabad untuk menyampaikan protes atas insiden yang disebut melanggar wilayah udaranya tersebut, mengatakan insiden itu bisa membahayakan penerbangan dan nyawa warga sipil.

Pakistan memperingatkan India agar memperhatikan konsekuensi buruk akibat kelalaian tersebut dan meminta negara tetangganya itu mengambil langkah-langkah efektif untuk menghindari terulangnya pelanggaran serupa di masa depan.

Baca juga:
India Pecat Tiga Tentara karena Tak Sengaja Tembakkan Rudal ke Pakistan
Jasad Tentara India yang Hilang 38 Tahun Lalu Ditemukan
Minuman ‘Penyegar Jiwa’ Satukan India dan Pakistan saat Cuaca Panas
India dan Pakistan Saling Ancam Serangan Gunakan Rudal
Usai Tegang Hampir Perang, Pakistan-India Bertemu Bahas Peziarah Sikh
Pria India Tikam Istri karena Nonton Drama Pakistan di Ponsel
Ini Solusi bagi Konflik India-Pakistan Menurut Koran The New York Times


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.