Merdeka.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerukan program Jo Kawin Bocah atau Jangan Nikah Muda. Sebab, nikah muda berisiko meningkatkan kasus stunting akibat ketidaksiapan orang tua.

Hal itu diungkapkan Ganjar saat memperingati Hari Pramuka yang ke-61, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bersama Pemerintah Kabupaten Tegal mengadakan kegiatan Pramuka Jateng Berselawat ‘Pramuka Mengabdi Tanpa Batas’.

Di hadapan pramuka Kwarda dan Kwarcab Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo yang hadir didampingi istrinya Siti Atiqoh menyampaikan pesan penting terkait kondisi sosial kemasyarakatan, seperti bahaya narkoba yang mengintai hingga masih ditemukannya kasus pernikahan di usia muda.

Ganjar menggalakkan program Jo Kawin Bocah (Jangan Nikah Muda) di kalangan pramuka agar mereka mampu menjadi agen perubahan dan menyosialisasikannya ke lingkungan mereka.

“Ini semua kita dorong agar mereka menjadi kekuatan untuk menginisiasi aktivitas di lingkungan sekitarnya. Jadi sekaligus sholawat sambil mengedukasi para pramuka kita,” kata Ganjar usai acara di Lapangan Pemkab Tegal, Rabu (31/8).

Tak hanya bahaya narkoba dan menggalakkan Jo Kawin Bocah, pada kesempatan itu Ganjar juga mengajarkan pentingnya melakukan penanaman komoditas pangan pendampimg beras yang bisa dimulai dengan menanam di pekarangan rumah masing-masing dengan metode politek dan hidroponik.

Pasalnya, menghadapi ketidakstabilan kondisi ekonomi dan politik global, Ganjar menyebutkan ketahanan pangan nasional yang banyak ditopang daerah menjadi sangat penting. Oleh sebab itu, Ganjar tak berhenti berupaya mengajak masyarakat untuk terus menanam.

“Tadi saya sampaikan, anti narkoba, gerakan Jo Kawin Bocah, mereka mesti membantu tetangga kiri kanannya agar ketahanan pangan bisa dilakukan. Ayo tanam pekarangannya, siapkan tanaman pendamping beras,” ucap Ganjar.

“Tentu ada saya, Pak Wagub, Bu Bupati, Kwarda Jateng, semuanya berbicara bagaimana kita membangun ukhuwah islamiyah yang baik, pramuka bisa bagus, bisa berpartisipasi pada banyak hal,” sambung Ganjar.

Sementara itu, dengan digelarnya Pramuka Jateng Bersholawat, Ganjar mengharapkan pramuka mampu lebih memberikan partisipasi pada banyak hal ihwal kemaslahatan sosial. Tentunya, lanjut Ganjar, dengan dibarengi nilai-nilai ukhuwah islamiyah yang baik.

Adapun Pramuka Jateng Bersholawat turut dihadiri Wakil Gubernur Jateng Gus Yasin, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf yang memimpin jalannya selawat, Bupati Tegal Umi Azizah hingga jajaran Forkopimda Kabupaten Tegal.

“Tentu ada saya, Pak Wagub, Bu Bupati, Kwarda Jateng, semuanya berbicara bagaimana kita membangun ukhuwah islamiyah yang baik, pramuka bisa bagus, bisa berpartisipasi pada banyak hal,” tutur Ganjar.

[rhm]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.