Indonesia Menjadi “Aspiring Middle Income” Tahun 2020. Apa Itu?

Pada awal tahun 2020, World Bank (Bank Dunia) merilis laporan Aspiring Indonesia: Expanding the Middle Class. Salah satu poin yang disoroti adalah pertumbuhan ekonomi yang kuat dan ‘aspiring middle class’ sebagai calon kelompok kelas menengah baru Indonesia.

Siapa saja yang termasuk dalam kelompok tersebut?

Melansir dari World Bank, mereka yang termasuk adalah 45 persen dari total populasi atau sebanyak 115 juta orang. Mereka dianggap terbebas dari kemiskinan, namun belum mencapai keamanan ekonomi seutuhnya.

Untuk itu, masih diperlukan serangkaian kebijakan untuk menaikan kelompok masyarakat ini. Bukan hanya kewajiban pemerintah, peran masyarakat juga dibutuhkan dalam hal ini.

Perjalanan Indonesia Menjadi “Aspiring Middle Income”

Negara Termiskin di Asia

Siapa sangka? Jauh sebelum krisis moneter 1998, Indonesia pernah menjadi negara termiskin di Asia.

Tepatnya pada tahun 1967, menurut data yang dirilis oleh World Bank Indonesia menempati peringkat ke-3 sebagai negara termiskin di dunia. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-1 negara termiskin di Asia.

Saat itu, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia hanya $657 per orang hingga dianggap negara paling gagal di antara negara-negara terbelakang.

Setengah Abad Kemudian

Peringkat pertama sebagai negara termiskin di Asia bukanlah sebuah prestasi. Tentu Indonesia juga tidak ingin berlama-lama menyandang gelar tersebut.

Hal ini dibuktikan pada 50 tahun terakhir, Indonesia berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan rata-rata 5,6 persen dalam PDB. 

Peningkatan tersebut membuat pertumbuhan ekonomi mengalami penguatan sekaligus penurunan substansial dalam kemiskinan ekstrem, lho. 

Terbukti  80 persen masyarakat miskin di tahun 1993 tidak lagi miskin di tahun 2014 fan masuk ke kelas menengah.

Tak heran jika Indonesia menjadi Aspiring Middle Income di tahun 2020.

Apa itu Aspiring Middle Income?

Aspiring Middle Income artinya Indonesia telah terbebas dari kemiskinan atau kerentanan, namun belum aman secara ekonomi. Sebab, pendapatan per orang per bulannya berada di antara Rp532 ratus ribu sampai Rp1,2 juta.

Meski begitu, terjadi pertumbuhan yang cepat pada masyarakat kelas menengah di mana setidaknya 52 juta masyarakat Indonesia dianggap mengalami keamanan ekonomi. Atau bisa dibilang satu dari lima orang Indonesia yang berhasil mengalami keamanan ekonomi.

Masuknya Indonesia menjadi Aspiring Middle Income banyak disorot negara-negara di dunia, lho. 

Bagaimana tidak? 

Hal ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan sangat cepat dan pesat.

Namun, tentu kita tak boleh berpuas diri dengan pencapaian saat ini. Justru menjadi PR baru untuk mensejahterakan masyarakat sehingga banyak masyarakat Indonesia yang masuk ke upper class (kelas atas).

Tantangan Indonesia Dalam Memperluas Kelas Menengah di Indonesia

Sebelum terlalu jauh berandai-andai membuat masyarakat Indonesia masuk ke upper class, masih ada satu tantangan yang harus dihadapi terlebih dahulu, yaitu memperluas kelompok kelas menengah di Indonesia.

Bagaimana caranya?

Melansir dari World Bank, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjawab tantangan dalam memperluas kelas menengah di Indonesia,

Simak poin-poinnya di bawah ini.

  • Meningkatkan kualitas pendidikan 
  • Memperoleh pelayanan kesehatan universal untuk memberikan perlindungan masyarakat dari guncangan kesehatan.
  • Memperbaiki kebijakan dan administrasi pajak yang memungkinkan pemerintah untuk mengumpulkan lebih banyak dari kelas menengah yang tumbuh dan berinvestasi dalam infrastruktur yang sangat penting untuk produktivitas.
  • Memperkuat pemberian layanan lokal untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, air dan sanitasi yang diberikan kepada masyarakat.

Selain itu, perlu adanya perubahan kontrak sosial baru yang mengikat negara dan masyarakat untuk tujuan kemakmuran dan tentunya saling menguntungkan. 

Kemudian, inisiatif pemerintah untuk menyediakan layanan publik yang berkualitas untuk menciptakan mobilitas vertikal naik masyarakatnya. 

Tentu tak semudah kedengaranya untuk bisa menwujudkan cara-cara di atas. Namun, tak mudah tak berarti tak mungkin, bukan?

Mau berinvestasi? Kamu bisa mencoba produk KoinRobo dari KoinWorks, lho.

Kamu bisa mulai mendanai produk di KoinRobo mulai dari Rp100.000 aja!

Produk ini juga cocok buat kamu si produktif karena terdapat fitur auto rollover.

Info selengkapnya bisa kamu cek di artikel ini

Yuk, mulai investasi sekarang!


Simulasi Pendanaan KoinWorks


Ketahui profil risiko investasi Anda




Profil Risiko

Berdasarkan hasil profiling kami, maka risiko investasi yang cocok untuk Anda adalah dengan imbal hasil hingga .

Jumlah dan Jangka Waktu Investasi

Masukkan jumlah dan jangka waktu pendanaan untuk mensimulasikan diversifikasi dan imbal hasil yang akan kamu dapat.





Rekomendasi Diversifikasi

Dengan modal awal Rp dan tambahan Rp tiap bulan, maka rekomendasi diversifikasimu adalah sebagai berikut:

Dengan imbal hasil sebesar per tahun, setelah tahun maka perkiraan pengembalian uangmu adalah sebagai berikut

Rp,-

Mulai Mendanai

Mulai lakukan pendanaan di aplikasi KoinWorks sekarang dan dapatkan gratis KOIN (dana percobaan) sebesar Rp350.000,- untuk Anda gunakan di KoinP2P

Install Aplikasi KoinWorks




Artikel ini bersumber dari koinworks.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!