Bocoran Pengusaha Soal PHK Massal, Ini yang Terjadi!

redaksiutama.com – Di tengah ancaman resesi dunia, banyak perusahaan yang mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Kondisi ini mengulangi dengan apa yang terjadi di awal masa pandemi Covid-19 yang lalu.

Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Kadin Indonesia, Adi Mahfudz menyebut sektor yang paling rawan terjadinya PHK berasal dari teknologi, bisa terlihat dengan banyaknya yang terjadi belakangan seperti yang menimpa Shopee.

“Paling banyak start up e-commerce termasuk di pendidikan, di emiten teknologi, Karena bisnis teknologi di Indonesia belum bisa jadi alat penggerak industri, walau sudah berjalan tapi belum masif, belum bergerak dari sisi inovasi, belum terstruktur dan belum sistematis,” katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (12/10/22).

Meskipun berbagai industri mengarah pada digitalisasi, namun industri teknologi dikenal dengan padat modal dengan potensi kerugian yang juga tidak sedikit. Di sisi lain, ekosistem yang terbentuk juga tergolong baru, berbeda dengan sektor riil lainnya yang menghasilkan produk.

“Makanya pijakan Industri dalam berdaya saing untuk mendobrak kebutuhan pasar baik nasional, logistik, global belum memungkinkan, makanya startup e-commerce lambat bergerak, makanya melakukan PHK,” kata Adi.

Upaya bangkit juga tengah menghadapi tekanan ketika pengusaha juga harus melakukan restrukturisasi dalam pengelolaan upah. Di awal tahun, perlu ada penyesuaian gaji bagi para buruh, apalagi buruh juga meminta kenaikan upah minimum sebesar 13%.

“Kita diuji pandemi 3 tahun, untuk menstabilkan cashflow nggak mudah, harusnya buruh paham kita ditempa dua tahun berturut-turut, tahun ketiga relatif stabil tapi recovery butuh kurang lebih tiga tahun, nggak mudah. Hampir semua sektor terdampak,” ujar Adi.

error: Content is protected !!