Bentangkan Spanduk ‘Jual Ginjal’, Kisah Pilu Ibu di Tuban Tuai Simpati

redaksiutama.com – Viral di media sosial video yang menangkap momen seorang ibu membentangkan spanduk ‘ jual ginjal ‘ di Jalan Lukman Hakim, Kebonsari, Kecamatan Tuban , Jawa Timur.

Ibu tersebut tampak duduk lemas di pinggir jalan sebelum akhirnya jajaran Satpol PP menghentikan aksinya.

Dalam rekaman singkat yang beredar, seorang petugas memotong tali spanduk dan mengajak wanita yang diketahui bernama Enik itu berbicara.

Tak berselang lama, petugas membawa sang ibu ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Kabupaten Tuban .

Setelah dimintai keterangan, rupanya Enik nekat menjual ginjal lantaran anaknya terlilit pinjaman online ( pinjol ).

Dengan air mata yang terus mengalir dan pikiran yang kalang kabut, Enik menceritakan bagaimana penagih utang silih berganti mendatangi rumahnya.

Usut punya usut, utang anak Enik diperkirakan menyentuh angka Rp200 juta.

Utang tersebut juga disebabkan oleh kasus penipuan investasi bodong yang menimpa anaknya.

Enik mengaku tak punya pilihan lain karena merasa tak mampu melunasi utang-utang dengan bunga yang menyertainya.

Sementara suami wanita malang ini dikabarkan sudah meninggal dunia sejak tahun 2021.

“Kalau suami saya sudah meninggal dunia setahun yang lalu dan jual ginjal adalah satu-satunya jalan untuk melunasi utang anak-anak saya,” katanya.

Kesehariannya, Enik diketahui adalah seorang penjual gorengan.

Setelah penagih utang terus berdatangan, anak laki-laki Enik itu kabur dari rumahya.

Saat kisah Enik ini viral di media sosial, tak sedikit netizen yang ikut bersimpati padanya.

Kalau yang ini sumpah nggak bisa digambarkan dengan kata-kata, kurang ajar aja nggak cukup,” ucap pemilik akun @qqqxxx.

Yang sabar ya bu, semoga ada solusi yyang jauh lebih baik untuk ibu dan keluarga,” kata pemilik akun @cumanxxx.

Bahkan aku lebih takut kematian ibuku dibandingkan dengan diriku,” ujar pemilik akun @dahbxxx.***