redaksiutama.com – Ukraina mengaku serangan baliknya telah merebut kembali sebagian besar wilayahnya di timur dan selatan yang sebelumnya diduduki Rusia .

Dalam sebuah rekaman pidato, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pasukannya telah membebaskan puluhan permukiman.

Dia juga menuturkan bahwa pasukan Ukraina sudah merebut kembali daerah seluas 1.000 Kilometer (Km) persegi di timur dan selatan sejak 1 September.

Zelenskiy juga mengunggah video di mana tentara Ukraina mengeklaim telah merebut Kota Balakliia di timur, dekat Kharkiv.

Vitaly Ganchev, seorang pejabat lokal pro-Rusia, mengatakan kepada saluran televisi Pemerintah Rusia bahwa pasukan Moswa melawan upaya Ukraina untuk mengepung dan merebut Balakliia.

Dia mengeklaim, Balakliia masih tetap berada di tangan Rusia, sebagaimana dilansir , Kamis (8/9/2022).

Sebelumnya, Brigadir Jenderal Ukraina Oleksiy Gromov menuturkan bahwa pasukannya telah maju hingga 50 Km di belakang garis Rusia dan merebut kembali lebih dari 20 desa di wilayah Kharkiv.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berujar bahwa Washington berjanji memberikan dukungan selama yang diperlukan.

“Kami memang mendapatkan pembaruan komprehensif tentang serangan balik dan, sekali lagi, ini sangat awal tetapi kami melihat kemajuan yang jelas dan nyata di lapangan, terutama di sekitar Kherson,” ujar Blinken.

Jika kemajuan pasukan Ukraina dikonfirmasi dan dipertahankan, itu akan menjadi pukulan serius bagi Rusia.

Selain itu, hal tersebut juga akan menjadi dorongan besar bagi Ukraina, yang ingin menunjukkan kepada Barat bahwa pihaknya mampu membalikkan situasi konflik dan layak mendapat dukungan berkelanjutan.

Selama berpekan-pekan, Ukraina telah menyuarakan mengenai serangan balasan skala besar di selatan.