redaksiutama.comPIKIRAN RAKYAT – Raja Charles III berpidato di depan bangsa yang tengah berkabung pada 9 September 2022, setelah kematian ibunya, Ratu Elizabeth II .

“Kasih sayang, kekaguman, dan rasa hormat yang dia (Elizabeth) berikan menjadi ciri khas pemerintahannya. Sebagaimana telah disaksikan oleh setiap anggota keluarga saya, dia menggabungkan kualitas-kualitas ini dengan kehangatan, humor, dan kemampuan untuk selalu melihat yang terbaik dari orang-orang,” ujar Charles dalam pidato televisinya.

Lebih lanjut, Charles berbicara tentang perubahan-perubahan yang akan datang, salah satunya adalah istrinya, Camilla yang diberikan gelar Ratu Permaisuri atau Queen Consort.

Ia pun mengungkapkan bahwa Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton memiliki gelar baru, yakni Pangeran dan Putri Wales, seraya menerima gelar Duke dan Duchess of Cornwall milik Charles dan Camilla.

Dalam pidato yang dilakukannya di sebuah ruangan ikonik di Istana Buckhingham, Charles juga mengucapkan janjinya di hadapan publik.

“Seperti pengabdian gigih yang dilakukan sang Ratu, saya juga dengan sungguh-sungguh berjanji pada diri sendiri, sepanjang waktu yang Tuhan berikan kepada saya, saya akan menegakkan prinsip-prinsip konstitusi di jantung bangsa kita,” tuturnya.

Baca Juga: Potret Kenangan Terakhir Ratu Elizabeth II Sebelum Hari Kematiannya

Charles yang akan diproklamasikan sebagai raja pada 10 September 2022 itu mengakui bahwa kematian ibunya “membawa kesedihan besar” bagi banyak orang di seluruh dunia.

“Saya berbagi rasa kehilangan yang tak terbendung dengan kalian semua,” ujarnya.

Ia pun melanjutkan pidatonya dengan memberikan pesan kepada sang ibu.

“Untuk ibuku tersayang, saat kau memulai perjalanan besar terakhirmu untuk bergabung dengan mendiang papaku tersayang, aku hanya ingin mengatakan ini, terima kasih. Terima kasih atas cinta dan pengabdianmu kepada keluarga kami dan kepada keluarga bangsa yang telah kaulayani begitu gigih selama ini. Semoga malaikat turut terbang dan bernyanyi dalam peristirahatanmu,” tuturnya.

Sebelumnya, publik dibuat heboh ketika Istana Buckingham merilis pernyataan, Elizabeth mengembuskan nafas terakhirnya di Istana Balmoral, Skotlandia pada Jumat 9 September 2022 dalam usia 96 tahun.

Dalam pernyataan pertamanya sebagai raja, kepergian ibunya merupakan momen kesedihan terbesar baginya dan keluarganya.

“Kami sangat berduka atas berpulangnya penguasa yang sangat disayangi dan Ibu yang sangat dicintai,” ujar Charles.

“Saya tahu kehilangannya akan sangat terasa di seluruh negeri, alam dan persemakmuran, dan oleh banyak orang di seluruh dunia,” tuturnya menambahkan.

Menurut pihak kerajaan, Ratu Elizabeth II telah mengidap masalah mobilitas episodik sejak akhir tahun 2021. Komplikasi ini memaksanya untuk menarik diri hampir dari seluruh acara publik.

Perlu diketahui, Ratu Elizabeth II dikenal sebagai penguasa terlama yang melayani Inggris dan negara persemakmuran.

Ia memegang takhta selama lebih dari tujuh puluh tahun, lebih lama dari pemimpin mana pun dalam sejarah negara itu. Ini adalah suatu prestasi yang dirayakan pada awal tahun ini melalui acara Platinum Jubilee. (Khadijah Ardallyana Qirba)***