Skandal Kebocoran Arsip Negara AS: Trump Mengaku Surat dari Kim Jong Un Harusnya “Rahasia”

redaksiutama.com – Donald Trump mengakui bahwa surat yang dia tulis kepada Kim Jong-un dan kemudian dibawa bersamanya saat meninggalkan Gedung Putih adalah “rahasia”.

Pernyataan mantan presiden AS pada 2019 itu muncul kembali setelah rekaman wawancara yang dia berikan kepada jurnalis Bob Woodward, yang mempertanyakan kredibilitas salah satu pembelaan utama Trump dalam penyelidikan atas penyimpanannya yang tidak sah atas arsip pemerintah.

Pada Desember tahun itu, Trump ternyata telah membagikan surat-surat yang telah ditulis Kim kepadanya kepada wartawan senior Woodward.

Dia dengan mengatakan: “Tidak ada orang lain yang memilikinya, tetapi saya ingin Anda memperlakukan mereka dengan hormat … dan jangan katakan saya memberikannya kepada Anda, oke? ” menurut rekaman yang diperoleh CNN dan Washington Post.

Lebih lanjut diketahui bahwa dalam panggilan telepon pada bulan berikutnya, saat Woodward meminta melihat apa yang ditulis Trump kepada pemimpin Korea Utara, presiden menjawab: “Oh, itu sangat rahasia.”

Komentar tersebut bertentangan dengan klaim Trump bahwa dia tidak membawa dokumen rahasia pemerintah AS saat meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2021.

Kenyataannya, Arsip Nasional, yang bertugas melestarikan catatan mantan presiden, menghabiskan sebagian besar 2021 untuk mencoba mendapatkan kembali surat-surat Kim dari Trump, dan baru berhasil awal tahun ini dan dengan penggerebekan FBI.

Pernyataan tersebut, terungkap dalam buku “The Trump Tapes”: Dua Puluh Wawancara Bob Woodward Dengan Presiden Trump, yang dirilis pada Selasa (18/10/2022).

Kata-kata Presiden ke-45 AS itu juga menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas pembelaannya, terhadap tuduhan bahwa dia secara ilegal menyimpan rahasia pemerintah di resor Florida selatannya, Mar-a-Lago .

Isi “surat rahasia” Trump dan Kim Jong Un

FBI menggeledah Mar-a-Lago pada Agustus dan membawa pergi bertumpuk-tumpuk dokumen.

Operasi itu memicu pertempuran di pengadilan, setelah mantan presiden mengklaim beberapa surat-surat itu dilindungi oleh hak istimewa eksekutif atau pengacara-klien.

Surat-surat kepada Kim, yang ditulis oleh Trump sebagai bagian dari upaya pemerintahannya untuk meredakan ketegangan nuklir dengan Korea Utara, menunjukkan kekagumannya terhadap pemimpin salah satu rezim paling represif di dunia.

Kedua pria itu bertukar ucapan selamat ulang tahun dan “harapan terbaik” untuk teman dan keluarga, menurut terjemahan bahasa Inggris dari surat-surat yang dilaporkan Post termasuk dalam transkrip tertulis dari buku audio.

Selama kunjungannya ke Gedung Putih, Trump bertanya kepada Woodward tentang dokumen-dokumen itu, dan apakah dia membuat “Photostat atau semacamnya”. Woodward menjawab bahwa dia mendiktekannya ke dalam perekamnya.

Woodward, seorang associate editor di surat kabar yang terkenal karena karyanya mengungkap skandal Watergate, mengatakan Trump mengizinkannya untuk menangani dokumen di kantor West Wing saat seorang ajudannya mengawasi.

“Dokumen-dokumen itu tidak mengandung tanda klasifikasi yang jelas, kata Woodward dalam sebuah wawancara dengan Washington Posts ebagaimana dilansir pada Rabu (19/10/2022).

Dalam buku audionya, Woodward menggambarkan “cara santai dan berbahaya Trump memperlakukan program dan informasi yang paling rahasia, seperti yang telah kita lihat sekarang pada 2022 di Mar-a-Lago, di mana ia memiliki 184 dokumen rahasia, termasuk 25 yang ditandai ‘sangat rahasia’.”

Dia berbicara secara khusus tentang komentar Trump bahwa dia “membangun sistem senjata yang belum pernah dimiliki siapa pun di negara ini sebelumnya. Kami memiliki hal-hal yang bahkan belum pernah Anda lihat atau dengar.”

Mengacu pada Vladimir Putin dan presiden China Xi Jinping, Trump berkomentar kepada wartawan: “Kami memiliki hal-hal yang belum pernah didengar oleh Putin dan Xi sebelumnya.”

error: Content is protected !!