Rudal Patriot Kiriman AS untuk Ukraina Disentil Putin ‘Sistem Tua’

redaksiutama.com – Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan rudal Patriot ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut rudal itu sebagai ‘sistem tua’.

Dirangkum dari pemberitaan, Senin (26/12/2022), bantuan rudal Patriot ini diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden saat jumpa pers dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih.

Joe Biden awalnya menyebut AS mengirim paket bantuan militer tambahan senilai US$ 1,8 miliar (Rp 28 triliun) untuk Ukraina. Bantuan itu mencakup sistem pertahanan rudal Patriot yang canggih.

Zelensky diketahui terbang ke Washington DC dan mengunjungi langsung Gedung Putih untuk bertemu Biden pada Rabu (21/12) waktu setempat. Keduanya melakukan pembicaraan di Ruang Oval sebelum menggelar konferensi pers bersama di hadapan wartawan.

Dalam pengumumannya soal paket bantuan militer terbaru yang mencakup sistem rudal Patriot, Biden menyatakan bahwa ‘akan memerlukan waktu untuk menyelesaikan pelatihan yang diperlukan’ guna mengoperasi sistem pertahanan rudal itu.

Namun Biden juga menegaskan bahwa sistem rudal Patriot akan menjadi ‘aset penting’ untuk pertahanan Ukraina. Biden juga menyatakan komitmen AS untuk mendukung Ukraina ‘mempertahankan negara mereka melawan agresi Rusia selama yang diperlukan’.

Menanggapi pengumuman Biden, Zelensky yang berdiri di sebelahnya mengucapkan terima kasih kepada AS. Dia menyebut sistem rudal Patriot akan menjadi ‘langkah sangat penting’ dalam menciptakan wilayah udara yang aman.

“Elemen terkuat dari paket ini adalah sistem baterai Patriot, sesuatu yang akan memperkuat pertahanan udara kami secara signifikan,” sebut Zelensky seperti dilansir CNN dan AFP.

“Ini menjadi langkah yang sangat penting untuk menciptakan wilayah udara yang aman bagi Ukraina dan itu akan menjadi satu-satunya cara kami dapat menghalangi negara teroris untuk menyerang sektor energi kami, rakyat kami dan infrastruktur kami,” cetusnya.

Simak video ‘Pesan Menantang Zelensky untuk Rusia di Hari Natal’:

Selengkapnya pada halaman berikut.

Menanggapi bantuan dari AS itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dirinya yakin “100 persen” bahwa pasukannya akan menghancurkan sistem pertahanan udara paling canggih buatan Amerika Serikat itu.

“Tentu saja kami akan menghancurkannya, 100 persen!” kata Putin dalam wawancara yang ditayangkan di televisi Rusia, Rossiya-1 pada hari Minggu (25/12), seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (26/12).

Putin juga sempat meremehkan sistem rudal Patriot yang bakal dipasok ke Ukraina. Putin menyebut sistem pertahanan udara itu sudah “cukup tua” dan dia memastikan Moskow bisa mencari cara untuk melawan sistem tersebut.

“Terkait Patriot, itu merupakan sistem yang cukup tua dan tidak akan bisa melampaui sistem rudal S-300 milik kami,” cetus Putin seperti dikutip CNN.

“Mereka yang melawan kami berpikir bahwa itu merupakan senjata pertahanan, itu yang mereka katakan. Namun, itu cuma pikiran mereka. Kami akan selalu menemukan cara untuk melawannya,” imbuhnya.

Simak tentang rudal Patriot pada halaman berikut.

Patriot, singkatan dari “Phased Array Tracking Radar to Intercepct of Target”, sistem rudal darat ke udara ini dikembangkan oleh konglomerat antariksa dan pertahanan Amerika Serikat, Raytheon, sejak tahun 1960-an.

Mulanya sistem ini dikembangkan untuk menangkis pesawat tempur yang terbang tinggi. Namun, pada tahun 1980-an dimodifikasi untuk menangkal ancaman baru di era itu, yakni misil balistik taktikal.

Raytheon menegaskan, akan terus memperbaiki dan mengembangkan sistemnya agar tetap aktual, paling tidak hingga tahun 2048.

Dilansir DW, pengerahan rudal Patriot paling terkenal adalah saat pembebasan Kuwait dari invasi Irak pada tahun 1991 silam. Media memberitakan dengan gencar kehandalan sistem pertahanan darat ke udara buatan Amerika Serikat ini, melawan invasi militer Saddam Hussein.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) melaporkan sistem pertahanan udara Patriot mencakup area penangkalan sekitar 68 kilometer. Radarnya dapat melacak hingga 50 target dan dapat mengunci lima target sekaligus. Daya jelajah rudalnya termasuk pendek, antara 15 hingga 22 kilometer. Patriot dapat melacak target hingga ketinggian dua kilometer.

error: Content is protected !!
Exit mobile version