Pidato di Kongres AS, Zelensky Minta Sanksi untuk Rusia Diperkuat

redaksiutama.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pidato emosional di hadapan anggota Kongres Amerika Serikat (AS) di Gedung Capitol, Washington DC. Dalam pidatonya, Zelensky berterima kasih kepada ‘setiap keluarga Amerika’ yang mendukung Ukraina yang tengah diinvasi Rusia.

Zelensky juga menegaskan Ukraina tidak akan menyerah dan menyerukan agar Kongres AS semakin memperkuat sanksi-sanksi terhadap Rusia. Demikian seperti dilansir AFP dan CNN, Kamis (22/12/2022).

Pidato di hadapan anggota Kongres AS ini dilakukan Zelensky dalam rangkaian kunjungan ke Washington DC pada Rabu (21/12) waktu setempat. Dia sebelumnya bertemu Presiden Joe Biden di Gedung Putih. Itu menjadi kunjungan luar negeri pertama Zelensky sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada akhir Februari lalu.

Zelensky yang mengenakan seragam khas militer warna hijau yang selalu dipakainya sejak negaranya dilanda perang, mendapat standing ovation saat memasuki ruang sidang gabungan Kongres AS di Capitol Hill, Washington DC, pada Rabu (21/12) malam waktu AS. Tepuk tangan meriah diberikan oleh para anggota Kongres AS selama lebih dari dua menit.

“Pada masa Natal yang spesial ini, saya ingin berterima kasih kepada Anda, Anda semuanya. Saya berterima kasih kepada setiap keluarga Amerika yang menghargai kehangatan rumahnya dan mengharapkan kehangatan yang sama untuk orang lain,” ucap Zelensky dalam pidatonya.

Berbicara secara langsung di hadapan para Senator dan anggota House of Representatives (DPR), Zelensky memberikan pesan kuat yang menyatakan bahwa: “Ukraina masih hidup dan bersemangat.”

Namun dia juga menyerukan para anggota Kongres AS, yang beberapa mengenakan pakaian dengan warna biru dan kuning dari bendera nasional Ukraina, untuk melakukan lebih banyak hal bagi Ukraina yang kini tengah menghadapi musim dingin yang brutal di tengah perang.

Zelensky menyerukan lebih banyak bantuan persenjataan dan keuangan untuk Ukraina dari AS.

“Di sini, di garis depan, tirani — yang tidak kekurangan kekejaman terhadap nyawa orang-orang bebas — dan dukungan Anda sangat penting tidak hanya untuk bertahan dalam pertempuran tapi juga untuk mewujudkan titik balik untuk mencapai kemenangan di medan perang,” jelasnya.

“Kami memiliki artileri, iya, terima kasih. Apakah itu cukup? Sejujurnya, tidak juga,” ucap Zelensky secara terus terang di hadapan anggota Kongres AS.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Dalam pidatonya, Zelensky mendorong Kongres AS untuk memperkuat sanksi terhadap Rusia dan ‘membuat teroris bertanggung jawab atas agresinya’. Dia kemudian membahas soal rencana perdamaian 10 poin yang didukung Biden dan menyebut setiap anggota Kongres AS bisa membantu implementasinya.

“Kita membutuhkan perdamaian. Iya. Ukraina telah menawarkan proposalnya, yang baru saja saya diskusikan dengan Presiden Biden, formula perdamaian kami — 10 poin yang harus diterapkan untuk keamanan bersama kita… dan pertemuan puncak yang bisa digelar,” tuturnya.

“Saya senang membagikan bahwa Presiden Biden mendukung inisiatif perdamaian kami hari ini. Setiap Anda, bapak dan ibu, bisa membantu implementasinya untuk memastikan bahwa kepemimpinan Amerika tetap solid, bikameral dan bipartisan,” imbuh Zelensky

“Anda bisa memperkuat sanksi-sanksi untuk membuat Rusia merasakan betapa menghancurkannya agresi mereka. Itu berada dalam wewenang Anda, sungguh, untuk membantu kami mengadili semua orang yang memulai perang tidak beralasan dan kriminal ini. Ayo lakukan. Biarkan teroris dimintai pertanggungjawaban atas agresi, dan memberikan kompensasi atas semua kerugian yang diakibatkan oleh perang ini,” cetus Zelensky.

Disebutkan Zelensky bahwa Ukraina tengah memperjuangkan ‘kemerdekaan dan kebebasan’ dan menyerukan dukungan berkelanjutan AS untuk mencapai tujuan-tujuan itu. “Uang Anda bukanlah amal. Ini adalah investasi dalam keamanan global dan demokrasi yang kita tangani dengan cara yang paling bertanggung jawab,” sebutnya.

Lebih lanjut, Zelensky berusaha menjelaskan bahwa meskipun bantuan AS menguntungkan Ukraina, namun itu juga menjadi kepentingan AS dan sekutu-sekutu Barat lainnya.

“Drone-drone mematikan Iran yang dikirimkan ke Rusia dalam jumlah ratusan telah menjadi ancaman bagi infrastruktur penting kami. Begitulah cara satu teroris menemukan teroris lainnya. Hanyalah masalah waktu ketika mereka akan menyerang sekutu-sekutu Anda lainnya jika kita tidak menghentikan mereka sekarang. Kita harus melakukannya,” ucapnya.

“Ukraina bertahan dan tidak akan pernah menyerah,” tegas Zelensky.

error: Content is protected !!
Exit mobile version