Menlu Turki Desak Israel Setop Aksi Provokatif di Masjid Al Aqsa

redaksiutama.com – Menteri Luar Negeri Turki , Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada Menlu Israel , Eli Cohen bahwa tindakan-tindakan provokatif Israel terhadap Masjid Al Aqsa di Yerusalem, tidak dapat diterima.

“Kami menilai tindakan provokatif Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terhadap Masjid Al Aqsa , tidak dapat diterima,” kata Cavusoglu kepada Cohen melalui sambungan telepon, seperti disampaikan dalam pernyataan Kemenlu Turki pada Rabu, 4 Januari 2023 seperti dilansir Anadolu.

Mengingat perhatian dan harapan Turki terhadap perjuangan Palestina, Cavusoglu menyerukan agar segala jenis tindakan provokatif dihindari. Termasuk tentang pentingnya menjaga status Masjid Al Aqsa .

Menteri Keamanan Nasional Israel yang baru dilantik, Itamar Ben-Gvir, mengunjungi kompleks Masjid Al Aqsa pada Selasa, 3 Januari 2023. Padahal, sebelumnya telah diperingatkan bahwa tindakan tersebut akan memicu kegaduhan dan badai kecaman dari negara-negara di seluruh dunia.

Hal senada juga diserukan Qatar. Kabinet Qatar pada Rabu, 4 Januari 2023, meminta komunitas internasional agar mengambil tindakan tegas terhadap provokasi Israel di kompleks Masjid Al Aqsa .

Dalam sebuah pernyataan, Kabinet Qatar kembali menyampaikan seruan Doha kepada komunitas internasional untuk melakukan tindakan tegas dan mendesak yang memaksa Israel agar menghentikan pelanggaran dan provokasi mereka. Juga, demi mewujudkan resolusi yang relevan dari Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB.

Pada Selasa, 3 Januari 2023, Menteri Keamanan Nasional Israel yang baru saja dilantik, Itamar Ben-Gvir, berkunjung ke kompleks Masjid Al Aqsa . Sebelumnya, sudah diperingati bahwa tindakannya akan menimbulkan kegaduhan dan menuai gelombang kecaman dari negara di seluruh dunia.

Bagi kaum Muslim, Masjid Al-Aqsa merupakan situs paling suci ketiga di dunia. Kaum Yahudi menyebut situs itu sebagai Bukit Bait Suci (Temple Mount) dan menganggap daerah itu sebagai lokasi dua kuil Yahudi zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al Aqsa berada, selama perang Arab- Israel pada 1967.

Israel mencaplok seluruh kota tersebut pada 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.***

error: Content is protected !!
Exit mobile version