Meksiko kritik Partai Republik AS tak manusiawi terhadap migran

redaksiutama.com – Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, Selasa (27/12), mengecam perlakuan “tidak manusiawi” yang dilakukan Partai Republik Amerika Serikat (AS) terhadap migran.

Lopez mengusulkan kepada para pemimpin AS dan Kanada dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) yang digelar pada Januari mendatang untuk mengatasi isu imigrasi dari sumbernya.

Menurut beberapa laporan media AS, sejumlah migran yang menumpangi bus diturunkan di luar kediaman Wakil Presiden AS Kamala Harris di Washington D.C., Sabtu malam (24/12), waktu setempat, di tengah suhu udara sangat dingin.

Para migran tersebut, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan berasal dari Amerika Tengah dan wilayah Karibia. Lopez mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa meninggalkan para imigran di tengah cuaca dingin adalah perbuatan tidak manusiawi.

Partai Republik di AS mengeksploitasi penderitaan para imigran untuk memenuhi kepentingan politik mereka sendiri, menurut dia.

Lopez mendesak Gubernur Negara Bagian Texas dari Partai Republik Gregg Abbot harus bertanggung jawab atas peristiwa Sabtu malam itu.

Masalah imigrasi di perbatasan AS-Meksiko itu merupakan area utama perselisihan antara Demokrat dan Republik AS.

Sejak awal 2022, Abbott dan sejumlah gubernur lainnya dari Partai Republik menggunakan bus atau pesawat untuk mengirimkan ribuan imigran ke kota-kota yang dikelola Partai Demokrat, termasuk Washington D.C., New York, Chicago, dan Philadelphia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah AS bekerja sama dengan Meksiko, Honduras, Guatemala, dan beberapa negara lainnya untuk menyelesaikan masalah imigrasi, tetap solusi efektif belum juga ditemukan.

Menurut beberapa laporan media AS, puluhan ribu imigran dari Amerika Tengah dan sejumlah wilayah lainnya masih mencari peluang untuk memasuki wilayah AS di kota-kota perbatasan utara Meksiko.

Pada 10 Januari 2023, para pemimpin AS, Kanada, dan Meksiko akan menggelar KTT di Meksiko guna membahas isu tentang imigrasi, perubahan iklim, dan keamanan.

error: Content is protected !!
Exit mobile version