AS Tolak Pemulihan Hubungan dengan Suriah di Bawah Pimpinan Assad

redaksiutama.com – Pemerintah Amerika Serikat menegaskan kembali penolakannya terhadap normalisasi hubungan dengan Suriah di bawah rezim Presiden Bashar al-Assad . Hal ini disampaikan Washington setelah diplomat top Uni Emirat Arab (UEA) mengunjungi Suriah pekan ini.

Dilansir Al Arabiya, Jumat (6/1/2023), Bashar al-Assad dan Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed bertemu di Suriah untuk kedua kalinya dalam dua tahun pada hari Rabu (4/1) lalu untuk membahas peningkatan hubungan antara kedua negara dan memulihkan hubungan.

Namun, AS yang telah memberlakukan sanksi ekonomi yang berat terhadap rezim Assad dan mereka yang berurusan dengannya, terus menentang pemulihan hubungan dan upaya untuk merehabilitasi pemerintah Suriah saat ini.

“Posisi kami tentang normalisasi dengan rezim Assad tetap tidak berubah. Kami tidak mendukungnya,” kata seorang pejabat Dewan Keamanan Nasional AS kepada Al Arabiya.

Departemen Luar Negeri AS memiliki tanggapan yang sama ketika ditanya tentang kunjungan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab ke Suriah pekan ini.

Assad sebelumnya telah melakukan kunjungan mendadak ke UEA tahun lalu, yang dikritik secara luas oleh Washington.

Menyusul pecahnya perang saudara di Suriah pada 2011, Liga Arab mengusir Damaskus dan sebagian besar negara di kawasan itu memutuskan hubungan diplomatik.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa negara Teluk dan Arab telah bergerak untuk memulihkan hubungan dengan Suriah, termasuk UEA, Bahrain, Mesir, dan Yordania. Turki juga dilaporkan ingin mengatur pertemuan antara Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Assad dalam waktu dekat.

error: Content is protected !!
Exit mobile version