Segini Jumlah Telur yang Aman Dikonsumsi Penderita Kolesterol

redaksiutama.com – Telur adalah makanan bergizi yang merupakan sumber protein murah yang mengandung nutrisi lain seperti karotenoid, vitamin D, B12, selenium, dan kolin. Harganya yang relatif murah membuat telur menjadi santapan favorit banyak orang. Apalagi, jenis protein yang satu ini juga mudah dikreasikan menjadi banyak makanan lezat.

Namun, sebagian besar orang menghindari konsumsi telur karena khawatir kolesterol tinggi. Lantas, berapakah jumlah telur yang aman dikonsumsi oleh penderita kolesterol?Dikutip dari Harvard Health Publishing, kuning telur mengandung kadar kolesterol yang tinggi, terutama kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Telur memang terkenal dengan kandungan kolesterolnya yang cukup tinggi.Setiap butir telur mengandung sekitar 200 mg kolesterol atau 70 persen dari asupan yang direkomendasikan, yaitu sekitar 300 mg per hari. Diketahui, kadar kolesterol yang tinggi mampu meningkatkan risiko buruk yang berbahaya bagi tubuh.Dilansir dari Healthline, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa satu hingga dua butir telur per hari aman untuk dikonsumsi oleh orang dewasa yang sehat dengan kadar kolesterol normal dan tidak ada faktor risiko penyakit jantung yang signifikan.Sedangkan, salah satu studi lain yang melakukan eksperimen pada 38 orang dewasa sehat menemukan bahwa tiga butir telur per hari meningkatkan kadar LDL dan HDL dan rasio LDL-ke-HDL.Hingga saat ini, para ahli masih belum menyarankan penderita kolesterol untuk mengonsumsi lebih dari dua butir telur per hari. Sebagai gantinya, para penderita kolesterol hanya disarankan untuk mengonsumsi satu butir telur sehari. Sebab, orang dengan kondisi hiperkolesterol (memiliki jumlah kolesterol melebihi batas normal) perlu membatasi asupan kolesterolnya, yakni kurang dari 200 mg/dL.Terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menekan jumlah kolesterol dalam telur, yaitu memasak telur dengan cara direbus, kombinasikan telur dengan sayuran untuk menyeimbangkan nutrisi, gunakan minyak yang stabil pada suhu tinggi dan tidak mudah teroksidasi, selalu pilih telur dengan kualitas dan nutrisi terbaik, dan jangan memasak telur terlalu matang.

error: Content is protected !!
Exit mobile version