Mengenal Depresi Setelah Berlibur dan Cara Mencegahnya

redaksiutama.com – Liburan seharusnya menjadi hal menyenangkan dan membuat pikiran terasa segar setelah dilanda kepenatan saat bekerja.

Namun, bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya?

Bukan pikiran segar yang didapat setelah berlibur , melainkan rasa stres dan sedih yang tak kunjung hilang.

Jika mengalaminya, ada kemungkinan kita menderita depresi setelah liburan .

Apa penyebab depresi setelah liburan ?

Dikutip dari Healthline, rupanya banyak peneliti yang menyimpulkan bahwa itu disebabkan karena masa liburan tidak berlangsung selamanya.

Saat masa liburan berakhir, kebahagiaan seseorang akan kembali seperti sebelumnya, saat sebelum bepergian.

Untungnya, depresi saat liburan ini sebenarnya bisa dicegah.

Jadi jika kita akan bepergian lagi di kemudian hari saat berlibur, tips berikut mungkin bisa membantu.

Ini daftarnya.

  • Bersihkan rumah sebelum pergi

Meski kita sering berpikir untuk membereskan rumah setelah pulang, ada baiknya kita melakukan hal yang berlawanan.

Sebab jika kita bisa membuat rumah terasa nyaman dengan mengganti seprai baru atau mencuci handuk di kamar mandi tentu akan membuat kita seakan disambut saat pulang ke rumah.

  • Buat hari transisi

Jika memiliki anggaran dan jadwal kosong, beri diri waktu selama satu atau dua hari untuk menyesuaikan diri sebelum harus kembali bekerja.

Lalu, manfaatkanlah waktu transisi itu untuk berbelanja, membongkar, mencuci pakaian, dan mengurus segala sesuatu yang terjadi saat kita bepergian.

  • Rencanakan hal yang murah dan menyenangkan

Sebelum memulai perjalanan, rencanakan acara yang dinantikan saat kita pulang.

Misalnya saja, menonton film, makan siang bersama teman, atau bermain golf.

Acara ini pun tidak perlu mahal, mengingat banyak anggaran yang terpakai setelah liburan.

Lalu, waktu pelaksanaannya pun tak perlu buru-buru, kita bisa melakukannya satu minggu atau satu bulan setelah liburan.

Dengan ini, kita pun akan ingat bahwa kesenangan tidak akan berakhir meski waktu liburan telah berakhir.

  • Buat jurnal traveling

Setiap memori akan menghilang kapan saja.

Untuk itu, kita bisa merekamnya dengan menulis semua hal yang dialami saat berlibur untuk menjadi dokumentasi jika ingin melihatnya lagi di masa depan.

Jangan lupa untuk menambahkan apa yang kita pikirkan dan momen mana yang membuat kita terpukau atau terkejut sehingga terasa lebih berkesan.

  • Buatlah rencana liburan yang santai

Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010 yang diterbitkan di jurnal Springer Open Choice, disebutkan bahwa tim peneliti membandingkan kebahagiaan seseorang pada awal dan setelah perjalanan.

Hasilnya, ditemukan bahwa kelompok yang tetap merasa bahagia beberapa minggu setelah liburan berakhir adalah mereka yang memiliki “liburan santai.”

Memang, berpetualang dan menjelajah ke banyak tempat saat liburan itu akan sangat menggoda, terutama jika kita mengumpulkan uang secara mati-matian demi momen tersebut.

Namun, ingatlah bahwa kebahagiaan kita akan berlangsung lebih lama jika kita menjalani liburan yang santai dan menenangkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

error: Content is protected !!
Exit mobile version