Lynn Ramli, Digitalisasi Menopang Ekspansi

Lynn Ramli, Digitalisasi Menopang Ekspansi
Lynn Ramli, Presiden Direktur BAF.

PT Bussan Auto Finance (BAF) menggulirkan berbagai langkah strategis guna mendorong pemulihan bisnisnya yang sempat anjlok tatkala pandemi Covid-19 menerpa dunia bisnis mulai awal 2020. Lynn Ramli, Presiden Direktur BAF, menyampaikan bahwa wabah virus corona memberikan tantangan utama yang tidak hanya dihadapi perusahaannya, tetapi juga oleh industri pembiayaan secara umum di tahun 2020-2021. BAF harus terus adaptif dalam menyesuaikan rencana bisnis dan strateginya, serta terus mengevaluasi perkembangan kondisi aktual perusahaan dan kondisi terkini pandemi Covid-19.

Salah satu cara BAF adalah dengan melakukan simplifikasi struktur perusahaan untuk fokus pada kegiatan akuisisi, operasional, dan diversifikasi portofolio bisnis. Perusahaan ini tetap menyalurkan pembiayaan dengan selektif, melakukan digitalisasi untuk menyiasati mobilitas yang terbatas, hingga menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan karyawan.

BAF memiliki 4.350 karyawan. Perusahaan ini senantiasa menyesuaikan waktu dan cara kerja (work from home dan work from office) dengan kondisi dan kebijakan yang berlaku di area masing-masing.

Lynn, sebagai pemimpin perusahaan, berinisiatif meningkatkan produktivitas karyawan, antara lain menyalurkan pembiayaan motor bekas, mobil, dan mesin pertanian, yang masih berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif di 2020. Rasio non performing financing (NPF) masih dapat terjaga dengan baik dan BAF memberikan restrukturisasi kepada konsumen yang terdampak langsung pandemi Covid-19 sebagai bentuk kepeduliannya, serta untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meringankan kondisi keuangan konsumen.

“Sebagai presiden direktur, saya berupaya memastikan koordinasi pelaksanaan tugas antar-anggota direksi, melaksanakan pembinaan dan pengendalian terhadap seluruh kegiatan operasional dan pengelolaan BAF secara efektif dan efisien, dengan memperhatikan kesesuaian terhadap peraturan yang berlaku. Bersama anggota direktur terkait lainnya, evaluasi atas kinerja bisnis, operasional, keuangan, dan unit pendukung bisnis senantiasa dilakukan,” tutur Lynn yang menjabat sebagai CEO BAF sejak 2018.

Ia senantiasa menghadiri rapat rutin jajaran direksi, komisaris, dan kepala divisi guna meninjau ulang rencana bisnis dan pelaksanaannya di era pandemi ini. Ia pun ikut dalam pertemuan dengan karyawan, misalnya pertemuan bertajuk Senior Management Camp yang dihadiri kepada divisi ke atas.

Kegiatan yang digelar di awal tahun itu merupakan wahana untuk bertukar gagasan dan sosialisasi untuk setiap divisi, terkait strategi dan rencana bisnis yang telah ditetapkan. Kegiatan lainnya, National Business Leaders Meeting, untuk mengevaluasi kinerja tahun buku berjalan dan mengomunikasikan arah kebijakan strategis pada tahun berikutnya kepada semua pemimpin kantor jaringan.

Tentu saja, pertemuan dan kegiatan operasional, termasuk pemasaran, yang dilakoni insan BAF itu menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, perusahaan pun menggulirkan vaksinasi Covid-19 untuk seluruh karyawan.

“Direksi membentuk Gugus Tugas Nasional Covid-19 yang dibentuk tahun 2020. Adapun tugas dan tanggung jawab Gugus Tugas Covid-19 ini adalah melakukan pemantauan dan pengendalian protokol Covid-19 di BAF dalam masa transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif. Kemudian, melaporkan hasil pemantauan dan pengendalian kepada direksi atau otoritas pemerintah terkait,” kata Lynn. Agar keterampilan pegawai tetap terjaga apik,  ia bersama manajemen mengadakan pelatihan online untuk karyawan.

Untuk mengoptimalkan kontribusi lini bisnis pembiayaan, BAF dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing menjalin kemitraan untuk lini pembiayaan motor baru Yamaha. Kerjasama bisnis ini memanfaatkan sistem teknologi informasi yang telah terintegrasi dan peningkatan akuisisi melalui kanal penjualan alternatif. Berbagai inisiatif baru dalam pengelolaan repeat order pun dioptimalkan.

“Untuk mendukung lini pembiayaan motor bekas, BAF melakukan ekspansi kerjasama dengan dealer motor baru untuk membuka dealer motor bekas dengan fokus pada area yang memiliki potensi besar. BAF terus meningkatkan kerjasama dengan dealer-dealer dan fokus di area Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi,” ungkapnya.

Lynn juga terus memperluas jaringan layanan pembiayaan mobil untuk meningkatkan volume penyaluran pembiayaan kepada masyarakat luas sekaligus memperluas jangkauan (coverage area). Dalam mengembangkan pasar baru di beberapa wilayah sebagai bagian dari pengembangan bisnis, dibuka kantor layanan di Bogor, Padang, Jambi, dan Samarinda. Pengembangan point of sales dengan memanfaatkan keberadaan kantor-kantor jaringan yang ada juga telah dilakukan di beberapa kota.

Dalam rangka mendukung pertumbuhan produk Dana Syariah BAF, berbagai program dijalankan, termasuk program DASYAT (Dana Syariah Tercepat) khusus untuk konsumen yang baru lunas dengan kualitas baik untuk mendapat penawaran Dana Syariah dengan proses yang cepat. Perusahaan juga fokus melakukan maintenance Agen Xtra BAF dengan mengimplementasikan Agency Management System.

Di lini bisnis pembiayaan elektronik, gadget, dan furnitur, BAF fokus dalam menambah kanal akusisi dengan menggunakan aplikasi digital di toko-toko rekanan agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen dengan meniadakan ketergantungan pada kehadiran sales agent. Untuk mendukung pembiayaan mesin pertanian, perusahaan mengembangkan bisnis di sektor perkebunan dan perluasan partner principal. Akuisisi di bidang perkebunan berbasis business to business (B2B) terus dilakukan dengan memperluas area operasional ke daerah-daerah yang memiliki potensi tinggi di bidang perkebunan

Untuk mengeksekusi ekspansi dan rencana bisnis BAF itu, Lynn bersama manajemen dan karyawan menerapkan sistem pengawasan yang menyeluruh serta pengelolaan yang optimal melalui sinergi dari para direktur dan kepala divisi. Karyawan, baik di kantor pusat maupun kantor jaringan, turut berkontribusi terhadap pencapaian perusahaan.

“Misi dan visi ataupun nilai dan rencana kerja senantiasa disoalisasikan dengan saksama kepada seluruh karyawan, sehingga setiap karyawan dapat memahami dan dapat berkontribusi di tiap-tiap fungsi yang dijalani. Kerjasama yang solid dan peran setiap karyawan di jenjang level jabatan, baik di kantor pusat maupun kantor jaringan, ini dapat membawa BAF mencapai misinya dalam memberikan layanan solusi keuangan terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat,” Lynn menjelaskan.

Serangkaian hasil nyata direngkuh Lynn dan awak perusahaan. Sebagai contoh, digitalisasi sudah terintegrasi antara mitra usaha, pelanggan, kantor jaringan, dan kantor pusat hingga real time dan online. Di tahun 2021, BAF melanjutkan pengembangan berbagai aplikasi pendukung bisnis dalam menyokong aktivitas bisnis dan operasionalnya, antara lain aplikasi Customer Relations Management, Collection Management System, dan Agency Management System.

Hingga akhir 2021, BAF telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 9,6 triliun, tumbuh 34,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran pembiayaan ini terealisasi 94,9% dari target. Semua lini bisnis pembiayaan perusahaan ini mengalami pertumbuhan positif. (*)

Anastasia Anggoro Suksmonowati & Vicky Rachman

www.swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!