Bupati Lamongan Beber Keperuntukan Pinjam Dana Rp 200 Miliar dari Bank Daerah di Depan Fornasmala

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengurai peruntukan terkait pinjaman dana Rp 200 miliar dari Bank Daerah di depan seluruh mahasiswa Lamongan yang tergabung dalam Forum Nasional Mahasiswa Lamongan (Fornasmala) saat Musyawarah Nasional (Munas) IV di Batu.

Bukan tanpa alasan, Pemkab Lamongan hutang dana sebagai bentuk implementasi dari perwujudan visi terwujudnya kejayaan Lamongan yang berkeadilan.

Bupati Yuhronur bersama Wabup Kiai Abdul Rouf memiliki 10 program prioritas, di antaranya program super prioritas Jalan Alus dan Mulus Lamongan (Jamula) yang sudah mulai diimplementasikan.

“Saya sampaikan di depan para mahasiswa yang tergabung dalam Fornasmala ketika Munas di Batu pada Minggu (24/7/2022) kemarin. Bahwa pemkab telah menganggarkan Rp 200 miliar yang dananya dari pinjaman Bank Daerah untuk infrastruktur,” kata Yuhronur kepada SURYA.CO.ID, Selasa (26/7/2022).

Meskipun dananya dari pinjaman, masih kata Yuhronur, pihaknya optimis mampu untuk membayarnya termasuk membayar bunga dari pinjaman tersebut.

“Ini sudah diperhitungkan, sehingga kami berani untuk melakukannya,” tegasnya.

Sebab, ketika infrastruktur tidak dibangun sekarang, kerugiannya tidak hanya bunga saja. Tetapi kerugian semakin besar akibat arus transportasi dan arus ekonomi yang lambat.

Menyinggung perhatian pemerintahannya pada mahasiswa, Yuhronur juga memberi motivasi kepada seluruh mahasiswa tentang pentingnya menuntut ilmu. Menurutnya, semangat mencari ilmu harus tetap digelorakan dan tidak memandang usia.

“Saya katakan, saya bersama pak Rouf mempunyai program Pendidikan Berkualitas dan Gratis (perintis) hingga pemberian beasiswa sampai jenjang S2 bagi hafiz Quran. Di situ ada mahasiswa tentunya,” ungkapnya.

Maka dari itu, lanjutnya, untuk menuju Kabupaten yang masyhur, sejahtera lahir dan batin masyarakatnya, diperlukan kolaborasi. Melalui kolaborasi dengan siapa pun akan membentuk kekuatan besar yang akan mewujudkan kejayaan Lamongan.

Melalui tema Munas “Kolaborasi Pemuda Menyongsong Kemajuan Lamongan” yang digagas mahasiswa asal Lamongan, tentu sesuai dengan apa yang sedang ia lakukan. Yakni kolaborasi dengan siapapun di berbagai kegiatan.

“Termasuk kolaborasi dengan mahasiswa, generasi muda Lamongan potensial yang akan menjadi penerus bangsa,” katanya.

“Kolaborasi, berarti kami senantiasa membuka diri mewujudkan Lamongan yang inklusif bagi siapa pun yang tinggal di Lamongan untuk memiliki hak yang sama dalam membesarkan dan menjadikan Lamongan jaya,” ungkapnya.

Yuhronur memotivasi kepada seluruh mahasiswa tentang pentingnya menuntut ilmu.

“Semangat mencari ilmu harus tetap digelorakan dan tidak memandang usia,” pungkasnya.

 

 

during the IV National Conference (Munas) in Batu.

 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!