BUMN ikut kembangkan TOD Jakarta bersama pemda dan swasta

redaksiutama.com – Deputi Bidang Sumber Daya Manusia BUMN, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata menegaskan sejumlah BUMN ikut serta mengembangkan penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta bersama-sama pemda dan pihak swasta.

“BUMN juga meningkatkan TOD sebagai sebuah konsep baru untuk kota berkembang, yang terus dilakukan bersama dengan pemerintah daerah dan swasta,” kata Tedi Bharata dalam rilis acara Blok M Green Collabs: Shifting Into Green Lifestyledi Jakarta, Minggu.

Ia mengingatkan konsep TOD mulai diterapkan di kota Jakarta untuk mendukung perkembangan kota metropolitan tersebut, meskipun nanti ibu kota negara dipindahkan ke Kalimantan Timur.

Dalam mengembangkan tata kota, Tedi mengatakan pemerintah harus melihat masa depan, bagaimana Jakarta bisa berkembang setelah Nusantara menjadi ibu kota baru

“BUMN memiliki banyak aset, dan seiring dengan perubahan bisnis, maka ada beberapa aset yang bisa direvitalisasi. Revitalisasi aset ini sudah dilakukan, dan ini akan terus dilakukan. Contoh gedung-gedung tua di Jakarta sudah direnovasi dan dimanfaatkan menjadi kafe, tempat hang out, dan tempat hiburan,” ungkap Tedi.

Pembicara lainnya, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Jakarta Selatan Puspla Dirdjaja mengungkapkan pihaknya berencana untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang berbau seni budaya, yang nantinya bisa mendukung kreativitas para anak muda, seperti di Taman Literasi Christina Martha Tiahahu, Jakarta Selatan.

Direktur Pakuwon Jati Alexander Stefanus Ridwan Suhendramenyebutkan sejumlah manfaat dari diterapkannya konsep TOD untuk perkembangan Jakarta.

“Manfaatnya luar biasa. Dengan adanya TOD, kegiatan itu jadi lebih terpusat, contohnya kegiatan di taman (Literasi Christina Martha Tiahahu) ini, yang bisa menunjukkan apa saja yang sudah dilakukan. Contoh, anak-anak SMA tidak terlalu jauh jika mengadakan kegiatan seni,” ucap Alexander.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad H. Mahfud membeberkan rencana ke depan yang akan dilakukan untuk menciptakan Jakarta sebagai kota hijau yang ramah lingkungan.

Farchad H Mahfud menyatakan pihaknya sedang mengembangkan Green Creative Hub, yaitu kegiatan yang bersifat kreatif seperti bisnis digital serta mengembangkan lebih banyak area hijau.

Terkait kota yang ramah lingkungan, sejumlah perusahaan telah melakukan sejumlah upaya untuk mewujudkan emisi nol. Brahmantya S. Poerwadi selaku Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) menjelaskan Pertamina tidak akan lagi menggunakan BBM fosil di masa yang akan datang.

‚ÄúPertamina sebagai BUMN juga memastikan untuk tetap patuh pada kebijakan pemerintah dalam mewujudkan target net zero emission. Jadi Pertamina mengembangkan transisi energi sampai dengan 2030, dengan menurunkan emisi sampai 29 persen,” tutur Brahmantya.

error: Content is protected !!