Bisnis  

Joe Biden: Tidak Ada Resesi, Amerika Serikat Dalam Posisi Lebih Baik Dibanding Negara Besar Lainnya

redaksiutama.com – Biden memperkirakan jika resesi benar terjadi di AS, maka penurunan ekonomi akan sangat kecil.

“Saya tidak berpikir akan ada resesi . Jika ya, itu akan menjadi resesi yang sangat kecil. Lihat, itu mungkin. Saya tidak mengantisipasinya,” kata Presiden AS ke-46 ini, yang dikutip dari Washington Post.

Pernyataan Biden datang ketika Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan prospeknya untuk pertumbuhan ekonomi global dan memperingatkan adanya ‘awan badai’, yang mencakup inflasi tinggi, dampak dari perang Rusia-Ukraina dan perlambatan pasar properti China yang mempengaruhi ekonomi global.

Kepala Eksekutif bank investasi JPMorgan Chase, Jamie Dimon, juga mengatakan bahwa AS kemungkinan akan memasuki resesi dalam “enam hingga sembilan bulan dari sekarang”, meskipun saat ini “sebenarnya masih baik-baik saja”.

Resesi secara teknis didefinisikan sebagai pertumbuhan ekonomi ke zona negatif dalam dua kuartal atau enam bulan berturut-turut.

Namun Biro Riset Ekonomi Nasional, yang berperan sebagai “wasit utama” dalam menentukan kapan resesi di AS akan dimulai dan berakhir, masih mencari tanda-tanda lain seperti penurunan “signifikan” di seluruh indikator perekonomian, termasuk data tenaga kerja, pengeluaran konsumen, dan faktor lainnya.

Biden mengatakan para ahli keuangan sering melontarkan prediksi mengenai kondisi ekonomi AS, namun prediksi mereka “belum terjadi”.

Menurutnya, kondisi AS jauh lebih baik daripada negara besar lainnya di dunia.

“Kami berada dalam posisi yang lebih baik daripada negara besar lainnya di dunia, secara ekonomi dan politik,” ujarnya.

Ketika angin kencang menerbangkan isu-isu mengenai kondisi ekonomi global, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat dari 6 persen di tahun 2021, menjadi 3,2 persen di tahun 2022, dan 2,7 persen di tahun 2023.

“Tiga ekonomi terbesar, Amerika Serikat , Cina dan kawasan euro, akan terus terhenti. Singkatnya, yang terburuk belum datang, dan bagi banyak orang, 2023 akan terasa seperti resesi ,” kata Kepala Ekonom IMF , Pierre-Olivier Gourinchas, pada Selasa (11/10/2022) lalu.

Gourinchas mengatakan negara-negara yang menyumbang sepertiga dari produksi dunia diperkirakan akan “berkontraksi” tahun ini atau tahun depan. Di Amerika Serikat sendiri, kenaikan suku bunga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi menjadi 1 persen pada 2023, turun dari 1,6 persen pada tahun ini, tulis Gourinchas dalam tweetnya.

Biden mengaku dia mengetahui banyak penduduk AS khawatir dengan kenaikan biaya energi serta obat-obatan, dan ekonomi akan menjadi fokus utama dalam pemilihan paruh waktu yang diadakan bulan November mendatang.

Menanggapi komentar Joe Biden dalam wawancara pada Selasa lalu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre pada Rabu (12/10/2022), menyampaikan Biden ingin rakyat AS “tahu ketahanan Amerika dan karena rencana ekonomi presiden yang telah kita lihat selama 20 bulan terakhir, kita berada dalam posisi yang lebih kuat daripada negara lain manapun untuk menavigasi tantangan global ini. kita lihat di depan kita”.

Pertumbuhan lapangan kerja AS melambat di bulan September, sebuah tanda bahwa pasar tenaga kerja AS mungkin mulai mendingin dari “puncaknya” di awal tahun ini.

Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) juga telah menaikkan suku bunga sejak bulan Maret, bergerak dengan kecepatan yang agresif untuk mengekang inflasi dan menyeimbangkan ekonomi.

Beberapa ahli keuangan telah memperingatkan resesi dan kesulitan keuangan akan menghantam “keluarga dan bisnis” Amerika Serikat .

Presiden AS Joe Biden Konfirmasi Hadir ke KTT G20 di Bali, akan Bertemu Langsung dengan Putin?

Privacy Policy

We do not collect identifiable data about you if you are viewing from the EU countries.For more information about our privacy policy, click here

Presiden AS Joe Biden Konfirmasi Hadir ke KTT G20 di Bali, akan Bertemu Langsung dengan Putin?

Ukraina Kembali Dibombardir Rusia, Biden Janji Kirim Bantuan Militer Lebih Banyak

Presiden Amerika Serikat Joe Biden Bereaksi Ketakutan dengan Ancaman Nuklir Armageddon Putin

Biden Konfirmasi Kedatangan ke KTT G20 Bali, Jadi Kunjungan Pertama ke Indonesia

AS Janjikan Kirim Sistem Pertahanan Udara Canggih untuk Ukraina Pasca Serangan Balas Dendam Putin

Rusia Peringatkan Amerika Serikat agar Tak Provokatif, Gara-gara Terus Pasok Senjata ke Ukraina

Geli Banget! Bentuk Oleh-oleh Unik Bisa Bikin Muntah

Komnas HAM: Gas Air Mata Pertama Kali Ditembakkan ke Arah Tribun Selatan saat Tragedi Kanjuruhan

Terkait Kejadian di Magelang, Kuat Ma’ruf Desak Putri Candrawathi Segera Lapor Ferdy Sambo

Sinyal Kylian Mbappe Tak Betah di PSG, Legenda Timnas Prancis Turun Tangan Nasehati Sang Striker

Kronologi Kapolda Metro Jaya ‘Duel’ dengan Paspampres hingga Sita KTA, Gara-gara Hambat Kegiatannya

Remaja Dirudapaksa hingga Hamil, Pelaku Bekap dan Ikat Korban Pakai Tali Pramuka saat Beraksi

error: Content is protected !!
Exit mobile version