Bisnis  

Anak usaha BUMN Krakatau Steel optimalkan momentum energi hijau

redaksiutama.com – PT Krakatau Global Trading, anak usaha dari BUMN Krakatau Steel, mengoptimalkan momentum energi hijau melalui peningkatan peluang untuk membantu produksi kendaraan listrik yang dinilai ramah lingkungan.

“Mobil listrik bisa menjadi sebuah peluang yang harus dimanfaatkan oleh PT Krakatau Global Trading. Kami bisa menyuplai nikel yang menjadi bahan baku dari baterai mobil listrik,” kata Direktur PT Krakatau Global Trading Resnumurti Wibisono dalam rilis di Jakarta, Senin.

Menurut Resnumurti Wibisono, kendaraan listrik merupakan bagian dari energi hijau yang merupakan suatu fenomena yang saat ini telah menjadi kenyataan.

Untuk itu, ujar dia, pihaknya harus dapat mengoptimalkan untuk menangkap momentum semakin maraknya energi hijau sebagai sebuah peluang.

Apalagi, disebutkan bahwa penggunaan mobil listrik tengah menjadi tren global, di mana produsen otomotif mulai marak memproduksi mobil yang ramah lingkungan tersebut dan konsumen secara perlahan mulai beralih ke mobil listrik.

“Momentum peralihan dari energi fosil ke green energy bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk meningkatkan pemasukan atau revenue,” katanya.

Ia menyebutkan, sebagai anak perusahaan dari PT Krakatau Steel, PT Krakatau Global Trading menjual berbagai macam jenis produk kecuali baja.

Dengan demikian, lanjutnya, penggunaan mobil listrik yang mulai meningkat secara perlahan adalah sebuah peluang bisnis baru bagi perusahaan.

“Kami ini tidak punya tambang batubara tapi kami bisa menjual batubara. Begitu juga dengan nikel, kami bisa menyuplai ke perusahaan otomotif yang membuat mobil listrik,” ungkap Resnumurti.

Ia mengingatkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan Indonesia dapat memproduksi baterai untuk kendaraan listrik pada kuartal IV tahun 2024 mendatang.

Hal ini seiring dengan berjalannya proyek pabrik baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu ke hilir.

Resnumurti menambahkan, ancaman resesi global pada tahun depan membuat PT Krakatau Global Trading harus mempersiapkan sejumlah langkah, salah satunya adalah dengan menjual produk yang tengah dibutuhkan pasar, seperti nikel.

Pemerintah sudah mengeluarkan aturan tentang penggunaan mobil listrik yaitu Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7/2022 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Ia juga meyakini bahwa PT Krakatau Global Trading juga siap menerapkan carbon trading karena perusahaan ini juga menjual kokas yang merupakan olahan bahan sisa batu bara.

“Kokas ini kan sisa batu bara yang kami olah lagi dan bisa dipakai, jadi kalau carbon trading sudah diterapkan maka sudah bisa dihitung carbon kredit yang dimiliki PT Krakatau Global Trading,” papar Resnumurti.