GenPI.co – Pemerintah Indonesia juga telah mengembangkan strategi untuk membangun sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang kuat dengan menyalurkan program kredit mikro yang memungkinkan bank umum.
Kredit tersebut menyediakan modal kerja dengan tingkat bunga yang lebih rendah, dibandingkan dengan sebagian besar pinjaman mikro lainnya.
Pada tahun 2021, pemerintah telah mengucurkan Rp281,86 triliun dan ditargetkan bisa mengucurkan Rp378 triliun hingga Juni 2022.
BACA JUGA: Menko Airlangga Ungkap UMKM Kunci Pemulihan Ekonomi
Ketika modal kerja tidak menjadi masalah bagi UMKM, bagaimana pemasaran digital dapat meningkatkan pendapatan mereka?
Berdasarkan data dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$146 miliar atau Rp2.100 triliun pada tahun 2025.
BACA JUGA: IFRA 2022 Diharapkan Dapat Majukan UMKM dan Kuliner Lokal
Nilai yang besar tersebut seharusnya menjadi peluang nyata bagi UMKM untuk memasuki dunia digital, terlebih lagi, pemerintah telah mengembangkan cetak biru ekonomi dan keuangan digital di mana 62,9 juta UMKM dapat diserap ke dalam keuangan formal untuk mencapai ekonomi berkelanjutan melalui digitalisasi.
Dengan masa depan yang cerah dan dukungan yang kuat, kini UMKM membutuhkan dukungan khusus dalam optimalisasi pemasaran digital.
BACA JUGA: Gandeng Alumni ITB, Mayantara 2022 Tampilkan Produk Unggulan UMKM
Layanan pembiayaan Jenfi secara khusus terbatas pada layanan pertumbuhan seperti Facebook, Instagram, LinkedIn, atau layanan periklanan Google.
Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.