News  

Kemarin kampanye imunisasi digiatkan, Bekasi merestorasi bantaran kali

Jakarta (ANTARA) – Kemarin ahli epidemiologi menyerukan penggiatan kampanye Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana merestorasi bagian bantaran kali yang dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal, dan vaksinasi COVID-19 dosis penguat sudah mencakup 25 persen lebih sasaran vaksinasi.

Selain itu, ada warta mengenai kondisi penularan COVID-19 dan kemandirian dalam produksi vaksin yang bisa disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

Ahli sarankan penggiatan sosialisasi BIAN 2022

Ahli epidemiologi dari Universitas Jenderal Soedirman dr. Yudhi Wibowo mengemukakan bahwa sosialisasi mengenai pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022 mesti digiatkan guna meningkatkan cakupan imunisasi dasar.

Bekasi restorasi lahan bekas tempat pembuangan sampah di Kali CBL

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, berupaya merestorasi lahan bekas tempat pembuangan sampah ilegal seluas 3,6 hektare di bantaran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kampung Buwek Raya, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan. “Harus dikembalikan menjadi lahan konservasi. Fungsi awal dari wilayah sepadan bantaran sungai itu kan untuk konservasi jadi lahan harus hijau terbuka atau ditanami tanaman atau hutan,” kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan.

Kasus COVID-19 bertambah 5.428

Kementerian Kesehatan pada Rabu mencatat tambahan 5.428 kasus COVID-19 dengan tambahan paling banyak berasal dari DKI Jakarta (2.307) disusul Jawa Barat (1.121) dan Banten (669).

Cakupan vaksinasi COVID-19 penguat capai 25,44 persen

Satgas Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan hingga Rabu vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau penguat pertama sudah dilakukan pada 25,44 persen dari total 234.666.020 warga yang menjadi sasaran vaksinasi. Sedangkan jumlah warga yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama dan kedua tercatat bertambah 23.628 orang menjadi 170.751.095 orang atau setara 72,76 persen dari total sasaran.

Bio Farma: Kemandirian produksi vaksin dalam negeri perlu kolaborasi

Direktur Transformasi dan Digital Bio Farma Soleh Ayubi mengemukakan bahwa kolaborasi merupakan salah satu faktor kunci dalam upaya mewujudkan kemandirian produksi vaksin. “Dibutuhkan kolaborasi, bukan hanya dari nasional, tetapi internasional, dan butuh dukungan semua pihak baik, dari pemerintah, regulasi, dan akademisi,” kata Soleh Ayubi.

 

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!