redaksiutama.com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menjadi 6.394.340 kasus setelah naik 1.848 sampai dengan Senin pukul 12.00 WIB.

Data Satgas yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, penambahan kasus positif tertinggi terjadi pada lima daerah yakni DKI Jakarta 753 kasus, Jawa Barat 321 kasus, Banten 236 kasus, Jawa Timur 162 kasus dan Jawa Tengah 117 kasus.

Penambahan kasus positif COVID-19 juga diikuti oleh naiknya angka kematian. Tercatat pada hari ini, kematian di Indonesia naik 17 jiwa. Sehingga total kematian mencapai 157.787 jiwa.

Meski demikian, kasus aktif terlihat mengalami penurunan 1.634 kasus. Dengan demikian, jumlah kasus aktif yang ada di Indonesia ada 32.312 kasus.

Satgas juga menjabarkan sebanyak 6.204.241 orang dinyatakan sudah sembuh dari penularan COVID-19, setelah bertambah 3.465 orang.

Namun kini perlu dicermati bahwa sebanyak 3.067 orang pada hari ini dinyatakan sebagai suspek dan 63.871 spesimen telah di periksa di seluruh laboratorium Tanah Air.

Kepala Subbid Dukungan Kesehatan Bidang Darurat Satgas COVID-19 Alexander K. Ginting menyatakan jika persiapan menuju endemi COVID-19 di Indonesia, akan dilakukan secara bertahap mulai awal 2023 dengan mempertimbangkan situasi kasus yang terkendali hingga akhir 2022.

Ia mengatakan situasi pandemi di Indonesia hingga saat ini, mengalami penurunan jumlah kasus harian yang cukup signifikan.

“Indonesia masih pandemi situasinya. Masyarakat sudah bosan (dengan pandemi), tapi infeksi masih berlangsung, maka status pandemi masih, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga belum mencabutnya,” katanya.

Guna menekan laju kasus penularan, ia mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai kejadian penyakit batuk dan pilek yang saat ini sedang marak terjadi.

Oleh karenanya, cakupan vaksinasi COVID-19 harus dituntaskan. Kepatuhan masyarakat memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M) juga masih perlu ditingkatkan.

“Kami berharap, kalau September ini terkontrol terus sampai akhir tahun, maka sesuai rencana awal, persiapan endemi bertahap di awal tahun 2023,” ucap Alexander.