redaksiutama.com – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat kasus aktif COVID-19 di Kota Batam tinggal 28 orang, turun sekitar 50 persen dibanding kondisi pekan lalu.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan kasus aktif di Batam tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kepri. Namun, jumlah kasus aktif di Batam turun drastis, termasuk di Tanjungpinang, ibu kota Kepri.

Saat ini, kasus aktif COVID-19 di Tanjungpinang tinggal 11 orang, terendah kedua setelah Kabupaten Natuna yang hanya satu orang.

“Sebulan lalu, Tanjungpinang dan Batam silih berganti sebagai daerah dengan kasus aktif tertinggi. Namun, sekarang Kabupaten Bintan menempati urutan kedua tertinggi setelah Batam,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu menambahkan bahwa jumlah kasus aktif COVID-19 di Bintan mencapai 24 orang, sementara Kabupaten Karimun sebanyak 18 orang.

“Secara umum, ada tren penurunan kasus aktif. Setiap hari ada penambahan kasus baru, meski tidak signifikan. Jumlah pasien yang sembuh juga cukup banyak,” ucapnya.

Tjetjep mengatakan dua kabupaten di Kepri yakni Kepulauan Anambas dan Lingga bertahan nihil kasus aktif COVID-19. Anambas sejak sekitar setengah tahun lalu sampai sekarang ditetapkan sebagai zona hijau.

“Kami optimistis seluruh kabupaten dan kota nihil kasus aktif COVID-19 dalam waktu dekat bila masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berinteraksi dan berada di tempat keramaian,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk segera vaksin di puskesmas atau posko yang dibangun berbagai institusi negara.

Sampai sekarang capaian vaksinasi penguat (booster) di Kepri sebanyak 724.435 orang atau 52,75 persen. Sementara capaian vaksinasi dosis pertama sebanyak 1.787.713 orang atau 99,17 persen, dan dosis kedua 1.532.492 orang atau 85,01 persen.*