redaksiutama.com – Didampingi istrinya, Camilla, Raja Charles berjabat tangan dengan sejumlah warga yang menunggu di depan istana, sebelum masuk ke Istana Buckingham untuk pertama kalinya sebagai raja.

Dari kerumunan orang terdengar nyanyian God Save the King yang telah diubah dari God Save the Queen, salah satu bait lagu kebangsaan Inggris.

Raja Charles dijadwalkan akan memberikan pidato pertamanya Jumat ini sebelum ditetapkan sebagai Raja pada Sabtu (10/09), walaupun ia secara otomatis menjadi pemegang takhta begitu Ratu meninggal.

Raja baru mendapat sambutan hangat oleh warga yang menunggu di sepanjang jalan menuju pintu gerbang istana, bahkan mendapat ciuman dari seorang perempuan.

Kehadiran Raja Charles di Istana Buckingham yang terletak di pusat kota London merupakan momen simbolis, lapor wartawan BBC urusan kerajaan, Nicholas Witchell. Buckingham adalah markas besar monarki Inggris.

Selama ini raja diketahui tidak begitu senang tinggal di Istana Buckingham dan memilih tinggal di Clarence House. Namun dengan menjadi raja maka dia diperkirakan akan berpindah ke istana tersebut.

Kedatangan raja di London menandai permulaan dari hari-hari mendatang yang sulit. “Dia telah kehilangan ibunya, tetapi pada saat bersamaan dia dituntut menghadapi publik, baik secara langsung maupun lewat televisi,” lapor wartawan BBC, Sean Coughlan.

Sebagai raja baru menyusul wafatnya Ratu Elizabeth II, Raja Charles telah bertemu dengan perdana menteri baru, Liz Truss, sebelum menyampaikan pidato nasional pertama sebagai raja.