redaksiutama.com – Dinas Sosial Sulawesi Tengah menyebutkanlima daerah di provinsi tersebut telah menyalurkan bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak(BLTBBM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat tahap pertama.

“Masing-masing nilai bansos BLTBBM Rp300 ribu dan BPNT Rp200 ribu. Jumlah diterima keluarga penerima manfaat (KPM) senilai Rp500 ribu,” kata Kepala Dinas Sosial Sulteng Siti Hasbiah yang dihubungi di Palu, Jumat.

Ia mengemukakan lima daerah telah melakukan penyaluran bansos yakni Kota Palu, Kabupaten Banggai, Tojo Una-una, Donggala dan Sigi. Penyaluran dilakukan dengan mekanisme dari rumah ke rumah oleh petugas Kantor Pos.

Penambahan bansos diberikan kepada warga prasejahtera berdasarkan kebijakan pemerintah pusat guna menjaga daya beli masyarakat untuk kepentingan ekonomi nasional atas kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Oleh karena itu, warga yang terdaftar sebagai KPM diharapkan memanfaatkan bantuan tersebut untuk kepentingan rumah tangga, sekaligus sebagai stimulus.

“Delapan daerah lainnya sedang melakukan persiapan dan dalam waktu dekat akan disalurkan kepada warga yang berhak menerima,” ujar Hasbiah.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pemadaman data KPM berbasis pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial pada masing-masing daerah, maka total jumlah penerima bansos di Sulteng 209.888 KPM.

Dari 209.888 KPM di 13 kabupaten/kota di Sulteng terdiri dari Kota Palu 17.284 KPM, Kabupaten Buol 14.263 KPM, Donggala 22.530 KPM, Morowali 10.224 KPM, Morowali Utara 8.179 KPM.

Selain itu Parigi Moutong 30.385 KPM, Poso 19.034 KPM, Sigi 18.167 KPM, Tojo Una-una 13.991 KPM, Tolitoli 15.731 KPM, Banggai 25.824 KPM, Banggai Kepulauan 10.815 KPM dan Kabupaten Banggai Laut 3.443 KPM.

“Total anggaran bansos disalurkan Pemerintah Pusat untuk KPM di Sulteng sekitar Rp209,8 miliar,” demikian Hasbiah.