redaksiutama.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengungkapkan hubungannya dengan tersangka kasus penembakan Brigadir J , Ferdy Sambo .

Ahmad Sahroni mengakui punya hubungan pertemanan yang sudah cukup lama dengan Ferdy Sambo dalam podcast dia bersama Deddy Corbuzier .

Ia mengaku sudah mengenal mantan Kadiv Propam Polri itu sejak tahun 2006 silam, saat jabatan Sambo masih sebagai Komisaris Polisi (Kompol).

Saat itu, mereka sering ngobrol dan nongkrong bersama-sama di suatu kafe.

“Kenal, dari 2006. Ngobrol ngopi bersama waktu jaman ada Kudus Kafe di Hotel Sultan,” katanya.

“Dari jaman Kompol, jaman bloon lah. Kalau Kompol kan diam, lihat orang-orang petinggi-petinggi diam,” lanjutnya seraya mencontohkan gestur Sambo yang cenderung ‘kecil’ pada saat itu.

Namun seiring perjalanan, ia mengungkapkan bahwa hubungan mereka mulai merenggang.

Puncaknya saat Sambo meraih pangkat bintang satu, Sahroni mengungkapkan bahwa mereka sudah tidak pernah berkomunikasi.

“Tapi pada perjalanan tidak dekat. Nah pada saat jadi bintang satu sudah tidak ada komunikasi, jarang sekali,” ungkap Sahroni seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Deddy Corbuzier .

Dirinya mengaku cukup kaget akan perkembangan dari pribadi temannya itu, bahwa dahulu Ferdy Sambo tidak memiliki sifat yang arogan.

Menurutnya perubahan tersebut terjadi setelah ia menduduki jabatan bintang satu di Kepolisian.

“Dulu dia gak begitu, gak begini arogan, tidak,” ungkapnya.

Pada saat beredar fotonya bersama Ferdy Sambo dan pengacaranya, serta rekan-rekan lainnya, termasuk penasehat Kapolri.

Masyarakat lantas mempertanyakan hubungan antara dirinya dengan tersangka pembunuhan Brigadir J itu.

“Benar, kalau Sambo itu kawan gua kok. Tidak bisa dihindarkan,” tuturnya.

Kendati demikian, dirinya harus bisa memisahkan antara pertemanan dan menghadapi orang yang sedang berperkara.

Dengan fakta bahwa pada saat ini, status Ferdy Sambo merupakan orang yang sedang terlibat dalam suatu kesalahan.

Hal tersebut untuk menghindari adanya asas kepentingan, yang menjadikan seolah-olah dirinya memberikan back up kepada Sambo karena adanya pertemanan di antara mereka. Terutama dengan posisinya yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III di DPR RI.

“Tapi pada saat sekarang, pada posisi yang dia melakukan kesalahan adalah orang yang berperkara. Kita harus pisahkan antara pertemanan dan orang berperkara,” tuturnya.

“Agar tidak menjadi suatu asas kepentingan, seolah-olah Sahroni mentang-mentang temenan di-back up, gua Komisi III juga lagi,” ujarnya menyambung.

Ia menegaskan bahwa meskipun mereka berteman, namun dalam menghadapi peristiwa ini dari awal terjadi sampai akhirnya nanti, ia berkomitmen untuk tetap bersikap profesional.***