redaksiutama.com – Duta besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa pada Jumat mengatakanBeijing tidak akan bekerja sama dengan kantor HAM PBB menyusul publikasi soal dugaan pelanggaran HAM di kawasan ujung barat Xinjiang.

Laporan yang dirilis pada 31 Agustus itu menyebutkan bahwa “pelanggaran HAM serius telah dilakukan” di China.

Disebutkan pula bahwa penahanan warga Uighur dan Muslim lainnya di Xinjiang berpotensi sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Kantor (HAM PBB) menutup pintu kerja sama dengan merilis apa yang disebut penilaian,” kata Dubes Chen Xu kepada awak media dan menggambarkan laporan tersebut “ilegal dan tidak valid”.

China membantah keras melakukan pelanggaran apa pun di Xinjiang.

Laporan yang telah lama dinanti itu dirilis beberapa menit sebelum Komisaris Tinggi Michelle Bachelet mengakhiri masa jabatan empat tahun pekan lalu, sekaligus menyusul kunjungannya ke China pada Mei.

“Kini semua ide-ide tersingkirkan oleh penerbitan laporan tersebut,” kata Chen kepada awak media.

“Anda tidak dapat menyakiti kami selagi menikmati kerja sama dengan kami,” ucapnya.

Laporan itu, yang bakal dikubur oleh China, diperkirakan akan dibahas di pertemuan Dewan HAM yang akan dimulai pekan depan.

Chen menuturkan dirinya akan “menentang tegas” langkah apa pun terhadap China dalam pembahasan tersebut.

Sumber: Reuters

Mengintip fasilitas kamp pendidikan vokasi Kashgar, Xinjiang