redaksiutama.com – PT PP Properti Tbk (PPRO) bakal merombak model (remodelling) portofolio produknya. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan desain dengan kebutuhan konsumen.

Setidaknya, ada remodelling yang dilakukan PPRO untuk enam portofolionya. Remodelling dilakukan selama kurun waktu 2022 hingga 2025.

Berdasarkan materi paparan publik, Jumat (9/9/2022), keenam proyek remodelling itu seperti Westown View, Grand Anila, dan Grand Kamala Lagoon. Sedang tiga proyek lainnya seperti Gunung Putri Square, Grand Sungkono Lagoon, dan Little Tokyo.

Remodelling tidak dilakukan untuk proyek secara keseluruhan, melainkan untuk gedung apartemen tertentu di dalam setiap proyek. Misal di Westown View, yang dilakukan remodelling adalah hanya untuk Tower Sandbridge.

Kemudian, remodelling Grand Anila hanya dilakukan untuk Tower Latika. Remodelling serupa juga dilakukan untuk proyek lain.

Selain remodelling, PPRO juga berencana menjual proyek Amartha View Tower 2. Sedang Tower 3 dan Amartha Residence masih dalam tahap pengembangan.

PPRO juga mengembangkan Kawasan Strategis Nasional KIT Batang.

Luas lahan pengembangan ini mencapai 4.300 Ha, dengan potensi untuk menyerap hingga 258.000 tenaga kerja yang membutuhkan hunian, area perkantoran commercial area, dan hotel.

PPRO akan mengembangkan Kawasan Strategis Nasional KIT Batang dalam tiga cluster:Cluster 1 : 3.100 Ha, Industrial Area & TownshipCluster 2 : 800 Ha, Industrial Area & TownshipCluster 3 : 400 Ha, Recreational Estate & Township

PPRO juga masih akan mengembangkan Transyogi Cibubur dengan luas lahan 8,1 hektare dengan pengembangan hingga 2024, dengan total mencapai 2.860 unit.

Diharapkan, strategi itu dapat mendorong PPRO mencatat kinerja keuangan yang lebih baik. Anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini mengincar pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 1,2 triliun naik 35% dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp 838 miliar.