redaksiutama.com – Aplikasi riset, Snapcart melaporkan tipe-tipe konsumen yang berbelanja di e-commerce .

Riset ini dilakukan dengan metode online yang diikuti oleh 1.000 responden dari usia 20 sampai 35 tahun.

Berdasarkan data riset, diketahui sebanyak 51 persen konsumen yang berbelanja di e-commerce adalah discount seekers atau konsumen pemburu diskon yang berbelanja didorong oleh berbagai tawaran promosi.

Sedangkan sebanyak 25 persen merupakan konsumen yang berperan sebagai need-based customers atau kaum yang berbelanja sesuai kebutuhan.

Terakhir, sebanyak dan 24 persen memiliki tipe wandering customers. Tipe ini merupakan calon konsumen yang sering browsing-browsing.

Direktur Snapcart Indonesia Astrid Wiliandry mengatakan, tipe konsumen ini merupakan salah satu pengunjung situs e-commerce yang terbesar.

“Mereka memang tidak selalu belanja. Tetapi, kehadiran mereka sangat menentukan popularitas sebuah situs e-commerce,” kata dia dalam siaran pers, Jumat (9/9/2022).

Ia kemudian memerinci satu per satu tipe konsumen di e-commerce yang ada di Indonesia. Berikut ini adalah rincian tipe-tipe konsumen e-commerce di Indonesia:

1. Discount Seekers

Tipe konsumen discount seekers ini merupakan orang-orang yang gemar mencari dan memanfaatkan promo ketika berbelanja online. Promo dan diskon hingga saat ini masih menjadi magnet utama konsumen di Indonesia saat berbelanja online.

Konsumen biasanya berburu promo berupa voucher discount, ongkos kirim yang murah, cashback, flash sale, dan berbagai promo lainnya di setiap kampanye.

Menyambut kuartal IV-2022, Astrid bilang, akan menjadi momentum festival belanja akhir tahun. Kesempatan ini menjadi ruang bagi para pemain e-commerce ini untuk menghadirkan program spesial bertabur promo yang dapat dimanfaatkan oleh para tipe konsumen discount seeker.

“Menariknya 3 faktor yang menjadi daya tarik bagi konsumen saat mempersiapkan belanja online saat festival akhir tahun antara lain Ongkos Kirim Murah sebanyak 70 persen, menawarkan promo menarik sebanyak 66 persen, serta harga terjangkau sebanyak 60 persen,” terang dia.

2. Need-based Customers

Pada tipe perilaku Need Based Customers, individu cenderung berbelanja sesuai dengan kebutuhan.

Astrid menjelaskan, faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan saat berbelanja untuk segmentasi ini biasanya berhubungan dengan kemudahan dalam mengakses suatu produk.

Selain itu faktor rekomendasi, product review, serta ragam kategori dengan pilihan produk lengkap yang ditawarkan oleh mitra brand maupun penjual yang tergabung pada platform tersebut juga menjadi pertimbangan.

3. Wandering Customers

Tipe Wandering Customers, yaitu mereka yang suka browsing-browsing. Konsumen ini merupakan salah satu pengunjung situs e-commerce yang terbesar.

Mereka memang tidak selalu belanja, tetapi kehadiran mereka sangat menentukan popularitas sebuah situs e-commerce.

“Salah satu magnet untuk menarik tipe perilaku Wandering Consumers adalah dengan adanya fitur hiburan menarik yang mendorong mereka aktif, seperti games, dan video instan,” tutup Astrid.