redaksiutama.comJakarta, CNBC Indonesia – Pasar finansial Indonesia minggu kemarin mampu mencatatkan kinerja bullish di tengah isu ekonomi domestik dan global yang penuh dengan gejolak. Mampukah mengulangi kinerja positifnya pada pekan ini?

Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja cemerlang pekan ini di tengah banyaknya sentiment negatif yang datang dari pasar domestik dan global.

Kenaikan harga BBM, krisis energi di Eropa, kenaikan tarif ojek online, volatilitas harga minyak, serta kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Eropa tidak mempan menghambat laju kencang IHSG.

Pada perdagangan terakhir pekan kemarin, Jumat (9/9/2022), IHSG ditutup menguat 0,15% di 7.242,66. Posisi tersebut hanya kalah dari penutupan pada 21 April 2022 yang tercatat 7.276,19 dan menjadi rekor tertingginya sepanjang masa.

Secara keseluruhan, IHSG masih menguat 0,91% dalam seminggu kemarin. Penguatan tersebut adalah yang tertinggi sejak pekan pertama Agustus 2022 di mana pada saat itu IHSG menguat 1,92% secara point-to-point (ptp).

Selama sebulan terakhir, IHSG sudah melonjak 1,97%. IHSG bahkan kini sudah mendekati level psikologis barunya di 7.300.

Salah satu penopang besar pergerakan IHSG pada pekan ini adalah lonjakan harga batu bara. Harga batu bara melejit hingga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Senin (5/8/2022) di posisi US$ 463,75 per ton.

Lonjakan harga batu bara mendongkrak kinerja saham-saham produsen batu bara sekaligus pasar saham Indonesia.

Sebagai catatan dalam minggu kemarin, saham PT Bumi Resources (BUMI) melesat 7,87% ptp , PT Indo Tambangraya Megah naik 7,04% ptp, PT Energi Mega Persada (ENRG) melonjak 7,58% ptp, PT Adaro Energy Indonesia (ADRO) melesat 4,50% ptp sementara PT Bukit Asam (PTBA) menguat 1,2% ptp.