redaksiutama.comJakarta, CNBC Indonesia – Harga bahan bakar minyak dan tarif transportasi seperti ojek online yang naik bisa bikin kantong bolong.

Harga BBM sejuta umat Pertalite naik menjadi Rp 10.000 dari semula Rp7.650 per liter. Sementara tarif ojol naik 5,7% hingga 13% dari harga semula.

Misalnya saja tarif ojol Zona II yang mencakup Jabodetabek, arif batas bawah naik dari Rp 2.250 per km menjadi Rp 2.550 per km atau naik 13%. Batas atas naik dari Rp 2.650 per km menjadi Rp 2.800 per km atau naik 8%.

Di tengah biaya transportasi yang makin mahal, harus pula menyesuaikan budget pribadi agar tujuan di masa depan bisa tetap terselamatkan dan kantong tidak jebol.

Berikut tips-tips untuk sobat finansial CNBC Indonesia untuk mengatur keuangan ketika harga BBM dan tarif ojol naik.

Alokasi

Alokasi budget bisa dilakukan dengan persentase dengan pos-pos pengeluaran, dana darurat, investasi, asuransi, entertainment dan sosial. Misalnya saja gaji Rp 8.000.000 per bulan begini perhitungannya.

Pos biaya hidup adalah pos di mana berisi segala kebutuhan sehari-hari seperti biaya transportasi, makan, uang sewa rumah atau kos, dan kuota. Besarannya adalah 50% dari gaji atau pendapatan sebulan atau Rp 4.000.000.

Kemudian pos masa depan dengan alokasi 15% dari gaji atau pendapatan sebulan sebesar Rp 600.000. Ini merupakan investasi di instrumen seperti saham, emas, reksa dana, atau aset lainnya. Investasi fungsinya untuk mencapai tujuan masa depan.

Selain investasi bisa juga diisi dengan dana darurat bisa disisihkan untuk kebutuhan jaga-jaga misalnya saja ada kejadian luar biasa seperti pemecatan sehingga tetap bisa bertahan dengan dana darurat. Besaran idealnya adalah 3 sampai 6 bulan pendapatan. Besarannya adalah 10% dari gaji atau pendapatan sebulan sebesar Rp 400.000.

Untuk berjaga-jaga dalam urusan kesehatan dan keselamatan gunakanlah asuransi. Asuransi bisa didapat dari kantor tempat bekerja. Namun juga tetap memiliki asuransi di luar kantor. Besarannya adalah 10% dari gaji atau pendapatan sebulan senilai Rp400.000.

Kemudian Entertaiment dan sosialisasi besarannya adalah 10% dari gaji atau pendapatan sebulan senilai Rp400.000. Kemudian sosial adalah kebutuhan rohani seperti bersedekah atau persembahan alokasinya 5% senilai Rp200.000.

Lalu, bagaimana untuk mencapai alokasi ideal seperti di atas?